Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Dampak Buruk Terlalu Lama Diam di Rumah

Selasa 29 Sep 2020 00:10 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Terus menerus di dalam ruangan berdampak negatif pada fisik dan psikis (Foto: ilustrasi perubahan mood)

Terus menerus di dalam ruangan berdampak negatif pada fisik dan psikis (Foto: ilustrasi perubahan mood)

Foto: Piqsels
Terus menerus di dalam ruangan berdampak negatif pada fisik dan psikis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 telah memaksa semua orang untuk mengerjakan beragam aktivitas dari rumah guna menekan penyebaran virus. Terus menerus hidup di dalam ruangan, tanpa cahaya, kebisingan dan interaksi berdampak negatif pada fisik dan psikis.

Melansir laman Live Strong, Senin (28/9) berikut risiko yang bisa terjadi jika Anda menghabiskan waktu lama di dalam ruangan.

Perubahan mood
Berdiam di rumah selama satu atau dua hari bisa terasa nyaman. Tapi setelah itu, perasaan seperti hygge itu mungkin mulai digantikan oleh demam kabin dan berpotensi memicu pikiran negatif.

Menjadi pemarah atau depresi
Terlalu lama di dalam rumah dan tidak berinteraksi dengan alam bebas bisa membuat perasaan dan pikiran mendek, bahkan depresi dan sedih.

Baca Juga

"Kecemasan dan depresi, keduanya meningkat ketika Anda terkurung di dalam ruangan. Bahkan jika Anda sendiri yang memilih untuk tinggal di dalam," kata psikoterapi Dr Laura Dabney.

Agar emosi dan pikiran tetap terkontrol, tetaplah keluar rumah meski hanya sekadar merasakan kehangatan mentari, mendengar kicauan burung atau menatap langit. Itu semua diyakini bisa mencipta suasana hati yang damai.

photo
Anak dan Ibu bermain gadget (Ilustrasi) - (Womanitely)
Berisiko kecanduan gawai
Ponsel dan laptop mungkin jadi teman setia saat Anda tinggal di rumah. Meski ada banyak manfaat yang diambil dari itu, menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengoperasikan gawai bisa memberi dampak negatif bagi tubuh bahkan memicu kecanduan gawai.

Sebuah tinjauan dari 290 penelitian yang diterbitkan November 2018 di International Journal of Environmental Research and Public Health menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel yang sering dikaitkan dengan serangkaian masalah kesehatan mental, termasuk stres dan depresi. Terlebih lagi, menghabiskan waktu di ponsel biasanya menyita waktu dari aktivitas lain yang dapat meningkatkan kesehatan mental seperti berolahraga, berfokus pada pekerjaan atau sekolah, atau interaksi sosial yang mendukung.

Mengganggu kualitas tidur
National Sleep Foundation mengungkap bahwa depresi dan stres dapat mengganggu kualitas tidur. Jadi, jika berada di dalam ruangan untuk waktu yang lama memengaruhi suasana hati Anda di siang hari, kemungkinan besar Anda akan sulit tidur di malam hari.

Tingkat vitamin D bisa turun
Tubuh kita mendapat sebagian asupan vitamin D dari paparan sinar matahari. Jadi terlalu lama tinggal di rumah berarti Anda telah kehilangan sebagian nutrisi penting bagi tubuh.

"Minimal sempatkan 10 hingga 30 menit berjemur di bawah sinar matahari setiap hari dalam seminggu. Itu sudah cukup untuk mempertahankan tingkat yang memadai," kata Ruby Shah, seorang internis di Texas Health Presbyterian Hospital Plano.

Obesitas dan lesu
Terlalu lama di dalam ruangan bisa memicu obesitas dan sering merasa lesu. Itu disebabkan karena minimnya aktivitas fisik yang dilakukan selama terisolasi di dalam ruangan.

"Kita cenderung kurang aktif di dalam ruangan. Sementara saat kita berada di luar, kita lebih sering berjalan dan menggunakan otot kita, bahkan jika hanya berjalan ke mini market," kata Ruby Shah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA