Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Akibat yang Disebabkan Syirik Kecil dan Syirik Besar

Senin 28 Sep 2020 20:48 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Syirik kecil dan syirik besar bisa mendatangkan akibat yang fatal.  Ilustrasi syirik dalam ibadah.

Syirik kecil dan syirik besar bisa mendatangkan akibat yang fatal. Ilustrasi syirik dalam ibadah.

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Syirik kecil dan syirik besar bisa mendatangkan akibat yang fatal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Perbuatan dosa besar (kabair) paling parah adalah syirik yait mempersekutukan Allah SWT. 

Syirik ada dua pertama menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah SWT dan atau beribadah kepada selain-Nya dan kedua menyertai amal dengan riya.

Dalam kitabnya Al-Kabair, Syekh Syamsudin Muhammad bin Utsman bin Qaimaz At-Turkmaniy Al-Fariqy Ad Dimasyqiy As-Syafi'iy mencontohkan, syirik kepada selain Allah SWT itu seperti menyembah kepada berupa batu, pohon, matahari, bulan dan nabi, guru, binatang, dan lain-lain. "Inilah Syirik terbesar," katanya.

Baca Juga

Tentangnya, Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 48 dan 116:  

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendak-Nya." 

Dalam surat Luqman ayat 13 Allah berfirman:  إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ  "Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar."   

Dan masih banyak lagi ayat yang berhubungan dengan masalah ini.Barangsiapa yang mempersekutukan Allah SWT lalu mati dalam keadaan seperti itu sungguh dia termasuk penghuni neraka.

Seperti halnya seseorang yang beriman kepada Allah lalu mati dalam keadaan seperti itu maka dia termasuk penghuni surga, walaupun mungkin dia diazab di neraka terlebih dahulu. 

Sementara itu, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya waspada dan menjauhi syirik besar. Di antaranya adalah hadits riwayat Abu Bakrah RA berikut:   

عن أبي بَكْرة قال: كنا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: ((ألا أنبئكم بأكبرِ الكبائر؟ ثلاثًا: الإشراك بالله، وعقوق الوالدين، وشهادة الزور، أو قول الزور))، وكان رسول الله متكئًا فجلس، فما زال يكررها حتى قلنا: ليته سكت!

"Maukah kalian aku beri tahu apa dosa besar yang paling besar. "Beliau mengulang tiga kali. Para sahabat menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah.”  Lalu Rasulullah bersabda, "Yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. "Saat itu beliau bersandar lalu duduk dan melanjutkan, "Juga, kesaksian palsu, kesaksian palsu," Begitu Rasulullah mengulang ulang sampai kami mengatakan," andai beliau menghentikannya." (HR Bukhari Muslim)

Riwayat lain dari Abu Hurairah RA juga menguatkan hadits di atas yaitu sebagai berikut:   

عن أبي هريرة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((اجتنبوا السبع الموبقات))، قيل: يا رسول الله، وما هن؟ قال: ((الشرك بالله، والسِّحر، وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق، وأكل مال اليتيم، وأكل الربا، والتولي يوم الزحف، وقذف المحصنات الغافلات المؤمنات

“Rasulullah bersabda: "Jauhilah tujuh perkara yang memusnahkan." Beliau menyebutkan dan di antaranya adalah syirik. 

Sedangkan kategori syirik yang kedua adalah menyertai amal dengan riya. Allah berfirman dalam surat Al-Kahfi ayat 110. فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا 

"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya makan hendaklah dia mengerjakan amalan yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya."

Maksud dari janganlah dia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya hendaknya tidak menyertakan riya bersama amalnya. Allah berfirman surat Al-Furqan ayat 23: وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

"Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan."

Maksudnya amal-amal yang dikerjakan untuk selain mengharapkan wajah Allah, Allah membatalkan pahalanya serta menjadikannya bagai debu yang berterbangan, yaitu debu yang dapat dilihat dari sebuah celah di mana cahaya matahari masuk melaluinya. Rasulullah juga memeringatkan umatnya dalam hadits berikut:  

عن محمود بن لبيد: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر))، قالوا: وما الشرك الأصغر يا رسول الله؟ قال: ((الرياء، يقول الله تعالى يوم القيامة، إذا جازى الناس بأعمالهم: اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا، فانظروا هل تجدون عندهم جزاء))  (10) .

Dar Mahmud bin Labid RA, Rasulullah bersabda, “Jauhilah syirik kecil! "Mereka bertanya,"Wahai Rasulullah Apakah syirik kecil itu?' Beliau menjawab yaitu riya. Pada Hari pembalasan untuk segala yang dikerjakan oleh manusia Allah berfirman. Perpergilah kepada orang-orang yang kalian ingin mereka melihat amalan-amalan kalian. Lalu lihatlah! Adakah pahala yang disediakannya?" (HR Ahmad dan Tirmidzi)                  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA