Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Atasi Covid-19, Wali Santri Husnul Kumpulkan Donasi

Selasa 29 Sep 2020 03:59 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto

Outbound Tarbawi yang digelar Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan (Ilustrasi)

Outbound Tarbawi yang digelar Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan (Ilustrasi)

Foto: Imam Nur Suharno/Kuningan
Donasi yang terkumpul dari wali santri itu, sampai saat ini mencapai Rp 373,5 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Puluhan santri di Ponpes Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Para wali santri pun memberikan dukungan yang besar kepada pihak ponpes dalam menangani kasus tersebut.

"Masya Allah, dukungan wali santri dan alumni Husnul Khotimah luar biasa," ujar Jubir Ponpes Husnul Khotimah, Ustaz Sanwani, kepada Republika, Senin (28/9).

Sanwani menjelaskan, para wali santri dan alumni itu mengirimkan apapun yang bisa mereka bantu. Selain doa, mereka juga memberikan dukungan moril dengan memberikan semangat dan kepercayaan sepenuhnya penanganan Covid-19 kepada pihak ponpes.

Tak hanya itu, lanjut Sanwani, mereka juga memberikan bantuan materil dalam upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pihak ponpes. Di antaranya berupa alat pelindung diri (APD), masker, bilik sinar UV, suplemen kesehatan dan sebagainya.

"Mereka bahkan menggalang pengumpulan dana yang disalurkan melalui HK Peduli, yang sampai saat ini sudah terkumpul Rp 373.500.000. Masya Allah, sangat terasa ukhuwwah dan kebersamaannya," tutur Sanwani.

Sanwani menjelaskan, saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) santri Husnul diliburkan selama 14 hari, terhitung sejak 25 September 2020. Meski demikian, para santri tetap berada di dalam pesantren.

Aktivitas KBM santri pun diganti dengan ibadah mandiri seperti tilawah dan menghafal Alquran, banyak berdoa, olah raga maupun mendengarkan ceramah-ceramah agama.

Sementara itu, mengenai 46 santri yang dinyatakan positif Covid-19, Sanwani mengatakan, mereka juga diisolasi di dalam ponpes. Namun, dengan standar protokol kesehatan ketat yang ditentukan oleh Tim Covid Kabupaten Kuningan.

Salah seorang wali santri asal Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Ani Susiani, mengaku mendukung sepenuhnya langkah penanganan yang dilakukan pihak ponpes.

"Kami percaya pihak ponpes mampu menangani kasus tersebut," tandas ibu dari santri yang bernama Muthia dan Naura tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA