Senin 28 Sep 2020 17:45 WIB

India Konfirmasi 6 Juta Kasus Covid-19

India melaporkan lebih dari 80.000 kasus Covid-19 hanya dalam 24 jam.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Petugas kesehatan berinteraksi dengan seorang pria setelah mengumpulkan sampel usap untuk menguji COVID-19 di apotik pemerintah di Mumbai, India, Senin, 14 September 2020. Kasus virus corona di India kini menempati urutan kedua tertinggi di dunia dan hanya di belakang Amerika Serikat.
Foto: AP/Rajanish Kakade
Petugas kesehatan berinteraksi dengan seorang pria setelah mengumpulkan sampel usap untuk menguji COVID-19 di apotik pemerintah di Mumbai, India, Senin, 14 September 2020. Kasus virus corona di India kini menempati urutan kedua tertinggi di dunia dan hanya di belakang Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pemerintah India mengkonfirmasi enam juta kasus virus corona tipe baru atau Covid-19 di seluruh negeri hingga Senin (28/9) waktu setempat. Angka kasus tinggi itu tetap menjadikan India sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di dunia, kedua setelah Amerika Serikat (AS).

Kementerian Kesehatan India melaporkan 82.170 kasus virus corona baru dalam 24 jam terakhir, Senin. Angka kasus baru dari SARS-Cov-2 mendorong penghitungan keseluruhan menjadi 6.074.703. Sementara itu, setidaknya 1.039 kematian juga tercatat dalam periode yang sama, dengan total kematian tercatat hingga 95.542.

Baca Juga

Infeksi baru di India saat ini dilaporkan lebih cepat daripada di tempat lain di dunia. Negara terpadat kedua di dunia ini diperkirakan akan menjadi negara yang paling parah terkena pandemi dalam beberapa pekan mendatang. India bisa diprediksi melebihi AS, di mana lebih dari 7,1 juta infeksi telah dilaporkan.

Menurut data dari Johns Hopkins University and Medicine, dalam sepekan terakhir, hampir satu dari setiap tiga infeksi baru yang dilaporkan di dunia dan satu dari setiap lima kematian akibat virus corona yang dilaporkan berasal dari India. Sementara, sebagian besar kematian di India tetap terkonsentrasi di kota-kota besarnya, sedangkan pusat kota yang lebih kecil di seluruh lanskap luas negara itu juga melaporkan lonjakan infeksi.

Meskipun infeksi meningkat, India memiliki jumlah pasien yang sembuh tertinggi di dunia. Kementerian Kesehatan India mencatat, lebih dari 5 juta orang telah pulih dari Covid-19 di India dan tingkat pemulihan negara itu mencapai 82 persen.

Pakar kesehatan telah memperingatkan tentang potensi penyebaran virus selama musim festival keagamaan yang akan datang. Pasalnya, musim-musim itu ditandai dengan pertemuan besar-besaran orang di kuil dan distrik perbelanjaan. Risiko potensial lainnya adalah pemilihan umum mendatang di negara bagian Bihar timur, di mana hampir 72 juta orang akan memberikan suara dalam tiga hari mulai bulan depan.

Perdana Menteri India Narendra Modi meminta orang-orang untuk tetap mengenakan masker ketika mereka keluar dari rumah mereka. "Aturan ini adalah senjata dalam perang melawan corona. Aturan ini adalah alat ampuh untuk menyelamatkan nyawa setiap warga negara," kata Modi dalam pidato radio bulanannya Ahad, seperti dikutip laman Channel News Asia, Senin.

Meskipun kasus terus melonjak, pemerintah tidak akan memberlakukan kembali lockdown atau karantina wilayah yang telah dicabut secara bertahap. Sebab, pembatasan yang keras menghantam ekonomi dan menghancurkan mata pencaharian jutaan orang, terutama orang miskin.

Beberapa sekolah telah dibuka kembali, dan kereta api, metro, penerbangan domestik, pasar, dan restoran diizinkan beroperasi dengan pembatasan. Anand Krishnan, seorang profesor kedokteran komunitas di All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) di Delhi, mengatakan fokusnya harus pada perawatan orang yang tertular virus.

"Infeksi itu mengakar kuat di masyarakat," kata dia. "Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah merawat orang yang sakit, mengidentifikasi mereka lebih cepat dan memperlakukan mereka dengan lebih baik. Dan ikuti norma-norma jarak sosial. Di luar itu, menurut saya tidak ada hal khusus yang dapat dilakukan," ujarnya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement