Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tanda-Tanda Kiamat Besar yang Disabdakan Rasululullah SAW

Senin 28 Sep 2020 14:48 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Terdapat tanda kiamat yang disabdakan Rasulullah SAW dalam haditsnya. Ilustrasi tanda kiamat.

Terdapat tanda kiamat yang disabdakan Rasulullah SAW dalam haditsnya. Ilustrasi tanda kiamat.

Foto: pulsk.com
Terdapat tanda kiamat yang disabdakan Rasulullah SAW dalam haditsnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setelah terjadi tanda-tanda kiamat kecil atau kiamat sughra, akan muncul tanda-tanda kiamat besar. Tanda-tanda kiamat besar dipercaya terjadi ketika hari kiamat sudah sangat dekat.

Munculnya tanda-tanda kiamat kecil dan besar sebagai peringatan bagi orang-orang yang berpikir. Supaya mereka mengingat kematian, hari kiamat dan hari pembalasan.

Berdasarkan sejumlah hadist Rasulullah SAW, dijelaskan bahwa tanda-tanda besar menjelang kiamat seperti kemunculan Dajjal, turunnya Nabi Isa, keluarnya Yajuj dan Majuj, terbitnya Matahari dari arah barat dan lain sebagainya. 

Baca Juga

Sementara itu, sejumlah  menyampaikan menjelang hari kiamat akan muncul Dajjal yang menyebarkan fitnah dan menimbulkan kekacauan. Sehingga banyak sekali umat manusia yang tersesat dari jalan yang benar dan baik. 

Ulama salaf terkemuka, Imam Al-Qurthubi, mengutip sejumlah hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah. Hadits tersebut menjelaskan tentang peristiwa besar, yakni kemunculan Dajjal menjelang hari kiamat.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ، قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ ‏"‏ مَا تَذَاكَرُونَ ‏"‏ ‏.‏ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ ‏"‏ ‏.‏ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صلى الله عليه وسلم وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ ‏.

Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari RA, dia bercerita: “Kami sedang duduk-duduk di bawah naungan sebuah tembok di Madinah. Sementara Rasulullah SAW, berada di dalam kamar. Beliau menengok kami dan bertanya: Sedang apa kalian duduk-duduk di situ? Kami menjawab: Sedang berbincang-bincang. Beliau bertanya: Tentang apa? Kami menjawab: Tentang kiamat.

Nabi SAW bersabda: ‘Kiamat tidak akan tiba sebelum kalian melihat sepuluh tandanya. Pertama-tama ialah matahari terbit dari barat, kabut, Dajjal, binatang melata, lalu tiga peristiwa gerhana bulan (yakni gerhana yang terjadi di sebelah timur, gerhana yang terjadi di sebelah barat, dan gerhana yang terjadi di semenanjung Arab). Lalu, datangnya Isa, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, dan terakhir ialah munculnya api dari Yaman di sebuah jurang Aden. Siapa pun yang berada di belakangnya, ia akan digiring ke padang mahsyar.” (HR Muslim).  

Imam Thabrani menjelaskan peringatan Rasulullah SAW tentang ad-dukhan bersanding dengan bahaya dabbah (binatang melata yang keluar dari perut bumi) Dan dajjal. Tanda-tanda ini merupakan tanda besar hari kiamat.

Selanjutnya, Nabi Isa akan turun dan membunuh Dajjal serta mengembalikan kedamaian di muka bumi. Peristiwa besar ini juga termasuk tanda-tanda hari kiamat sudah dekat.

عن جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنه ، يَقُولُ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، قَالَ : فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ : تَعَالَ صَلِّ لَنَا ، فَيَقُولُ : لَا ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ

Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: “Sekelompok dari umatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat sehingga turunlah Isa bin Maryam. Maka berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi): ‘ Kemarilah dan imamilah sholat kami.’ Ia (Nabi Isa) menjawab: ‘Tidak. Sesungguhnya, sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat ini (umat Islam).” (HR Muslim dan Ahmad). Selain itu dalam riwayat lain dijelaskan juga sebagai berikut: 

عَن أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال: قَالَ رَسُولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَماً مُقْسِطاً، فَيَكْسِرُ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيضُ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (Isa) Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti/ pajak), dan akan melimpah ruah harta benda, hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.” (HR Al-Bukhari). 

Matahari terbit dari sebelah barat dijelaskan sebagai tanda menjelang hari kiamat. Peristiwa ini hanya terjadi satu hari saja saat pintu taubat sudah ditutup. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا. فَإِذَا طَلَعَتْ مِنْ مَغْرِبِهَا آمَنَ النَّاسُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ، ﴿ فَيَوْمَئِذٍ لاَ يَنْفَعُ نَفْسا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرا

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu. (HR Bukhari dan Muslim, Ahmad, serta Abu Dawud, dari Abu Hurairah).  

Ada ilmuan yang hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa sangat mungkin matahari terbit dari sebelah barat. Ada juga ulama yang mengartikan matahari sebagai sumber kehidupan, bila kehidupan umat manusia sudah kebarat-baratan atau melakukan gaya hidup bebas seperti melakukan perzinahan, minum minuman keras, perempuan tidak menutup aurat dan lain sebagainya, artinya matahari sudah terbit dari sebelah Barat?

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA