Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Kerjasama Belt And Road RI dan China Harus Saling Menguatkan

Senin 28 Sep 2020 13:27 WIB

Red: Gita Amanda

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah  dalam webinar bersama antarpartai politik Indonesia dan China yang bertema

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dalam webinar bersama antarpartai politik Indonesia dan China yang bertema

Foto: MPR
Indonesia dan China harus menjunjung tinggi prinsip saling menghargai dan kesetaraan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menyatakan kerangka kerjasama Belt and Road antara pemerintah Indonesia dan China harus menjunjung tinggi prinsip saling menghargai dan kesetaraan. Hal ini disampaikan dalam webinar bersama antarpartai politik Indonesia dan China yang bertema "Bersama Membangun Belt and Road, Bersama Mendorong Perkembangan Ekonomi dan Kehidupan Rakyat", Senin (28/9).

Dalam kesempatan ini, Basarah yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri didampingi oleh Direktur Hubungan Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, Hanjaya Setiawan. Hadir juga antara lain Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto didampingi oleh Dave Laksono, dan  Ketua Bidang Luar Negeri Partai Gerindra Irawan Ronodipuro.

Dari pihak China hadir Menteri Luar Negeri IDCPC Song Tao, Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, Wakil Gubernur Zhejiang Feng Fei, dan ahli dari NDRC.

Lebih lanjut Basarah mendorong agar kerjasama dalam kerangka BRI ini dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang yang lebih luas. Indonesia mengadopsi prinsip ini dengan senantiasa berpegang teguh pada prinsip Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.

Ahmad Basarah mengusulkan beberapa bidang kerjasama yang dapat di-elaborasi lebih lanjut antara lain:

1. Pendidikan vokasi dan ketrampilan khusus;
2. Beasiswa kader Partai;
3. Peningkatan kualitas kesehatan pedesaan;
4. Pertukaran dan kunjungan kader Partai;
5. Tranformasi digital menuju era industri 4.0;
6. Kerjasama bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pemerintah Indonesia sendiri hingga kini telah banyak memanfaatkan kerangka Kerjasama BRI ini. Bahkan menurut Wakil Gubernur Zhejiang, Feng Fei, cukup banyak perusahaan dari Provinsi Zhejiang yang berinvestasi di Indonesia antara lain Alibaba dan Qingshan. 

"Kerangka BRI akan menghasilkan dampak yang menguntungkan kedua belah pihak, memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat dan kemakmuran kawasan. Tidak hanya ekonomi, kerjasama ini akan meningkatkan pertukaran sosial, diplomasi, budaya dan saling kesepahaman," lanjut Basarah dalam siaran persnya.

Pola Bangun Bersama, Diskusi Bersama, Nikmati Bersama, harus menjadi pegangan bagi para pihak yang terlibat. Selanjutnya Basarah berharap agar apa yang di diskusikan Partai-partai politik hari ini tidak hanya berhenti diatas kertas kerja belaka, melainkan dapat segera kita implementasikan bersama. "Kerjasama Partai politik ini harus membawa manfaat nyata bagi pemerintah, Partai politik, dan masyarakat kedua negara," pungkas Basarah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler