Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Jokowi Minta Rencana Vaksinasi Segera Disiapkan

Senin 28 Sep 2020 10:41 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri  / Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Foto: KEMENLU/ANTARA
Jokowi minta rencana detail mulai dari kapan dimulai hingga siapa divaksin pertama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar segera menyiapkan rencana vaksinasi seawal mungkin. Ia memberikan tenggat waktu selama dua pekan agar jajarannya menyelesaikan rencana detail mengenai pelaksanaan vaksinasi ini.

"Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail, kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui video conference di Istana Merdeka, Senin (28/9).

Jokowi ingin rencana vaksinasi ini agar disiapkan dengan baik. Sehingga setelah uji coba selesai dilakukan dan siap digunakan oleh masyarakat, vaksinasi dapat langsung dilaksanakan.

Baca Juga

Dalam rapat terbatas ini, presiden juga menyinggung terkait penerapan intervensi berbasis lokal. Ia menegaskan, penerapan intervensi berbasis lokal atau mini lockdown di suatu daerah untuk mencegah penyebaran penularan covid 19 lebih efektif daripada penerapan pembatasan di skala yang lebih besar atau di skala provinsi.

“Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, di tingkat kampung, di tingkat RW, RT, atau di kantor, atau di ponpes. Saya kira itu lebih efektif. Mini lockdown yang berulang itu akan lebih efektif,” ujar Jokowi.

Ia menilai, menggeneralisasi pembatasan di skala provinsi justru malah akan merugikan masyarakat. Karena itu, Jokowi menginstruksikan Komite Penanganan Covid agar menekankan implementasi intervensi berbasis lokal kepada daerah-daerah.

“Jangan sampai kita generalisir satu kota atau satu kabupaten apalagi satu provinsi, ini akan merugikan banyak orang,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA