Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Indonesia Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah ATPF 2021

Senin 28 Sep 2020 08:53 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Ekspor impor (ilustrasi). Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan tahunan ke-34 Asian Trade Promotion Forum (ATPF) CEO Meeting 2021.

Ekspor impor (ilustrasi). Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan tahunan ke-34 Asian Trade Promotion Forum (ATPF) CEO Meeting 2021.

Foto: Republik
Melalui forum ATPF, Indonesia dapat meningkatkan kerja sama ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan tahunan ke-34 Asian Trade Promotion Forum (ATPF) CEO Meeting 2021. Penunjukan tersebut disampaikan langsung President Macao Trade and Investment Promotion Institute Lau Wai Meng, pada gelaran tahunan ke-33 ATPF CEO Meeting 2020 yang berlangsung secara daring pada Kamis lalu (24/9).

Keputusan ini pun sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari Sekretariat ATPF, yaitu Japan External Trade Organization (JETRO) Jepang. "Menjadi tuan rumah dalam forum ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk lebih memperkenalkan produk dan budaya Indonesia di wilayah Asia dan diharapkan menjadi titik tumpu kebangkitan ekonomi Indonesia pasca mewabahnya Covid-19," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Kasan, melalui keterangan resmi.

Ia menambahkan, melalui penyelenggaraan forum ini di Indonesia, dapat meningkatkan kerja sama di bidang pengembangan ekspor dengan anggota ATPF lainnya. Pada gelaran ke-33 ATPF tersebut, dibahas pula mengenai upaya Trade Promotion Office (TPO) Asia dalam memulihkan ekonomi dan membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di negara kedudukan masing-masing TPO pasca merebaknya Covid-19.

Banyak UKM yang sangat terdampak kesulitan logistik, bahan baku, serta pemasaran. Sebagian besar TPO di Asia mengubah metode pendekatan promosinya dengan memanfaatkan teknologi.

Kegiatan yang selama ini dilakukan secara luring diubah menjadi secara daring, seperti penjajakan potensi bisnis (business matching), misi dagang, pameran dagang, dan pemanfaatan situs-situs promosi daring. ATPF yang diikuti 23 negara di wilayah Asia memiliki peranan penting dalam mendukung terciptanya kerja sama promosi perdagangan di antara TPO-TPO di Asia.

Lewat ATPF, upaya peningkatan perdagangan di wilayah Asia dilakukan dengan tukar menukar informasi dan implementasi proyek kerja sama. Selain itu, forum ini juga bertujuan memperkuat jejaring antaranggota ATPF.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Kemendag Marolop Nainggolan menambahkan, pada forum tersebut juga disampaikan rencana Kemendag mengenai penyelenggaraan seminar niaga elektronik atau e-commerce, demi proyek bersamaATPF pada November 2020 mendatang.

“Kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat. Diharapkan dapat mendorong pemanfaatan media daring dalam kegiatan niaga elektronik para pelaku usaha kreatif di Bandung," ujarnya.

Diharapkan pula dapat memberikan masukan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan kebijakan niaga elektronik dari pengalaman negara lain. "Kegiatan ini pada akhirnya diharapkan dapat mempererat kerja sama antara anggota ATPF yang terlibat," ujar Marolop.

Sebagai informasi, ATPF yang mulai dilaksanakan pada 1987 merupakan pertemuan para TPO dalam lingkup wilayah Asia. Ditjen PEN atau sebelumnya Badan Pengembangan Ekspor Nasional atau BPEN menjadi salah satu pendiri forum tersebut.

Saat ini, ATPF memiliki 23 anggota TPO dari berbagai wilayah di Asia termasuk TPO Australia.bATPF bertujuan meningkatkan perdagangan anggota ATPF melalui pertukaran informasi, implementasi proyek-proyek kerja sama, dan memperkuat jaringan di antara anggota ATPF.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA