Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Penyintas Covid: Sembuh, Jalankan Kebiasaan Jaga Kesehatan

Senin 28 Sep 2020 06:32 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Covid-19. Penyintas Covid-19 makin berupaya untuk menjalankan kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan setelah sembuh dari Covid-19 dengan mengurangi makanan yang menyebabkan penyakit.

Ilustrasi Covid-19. Penyintas Covid-19 makin berupaya untuk menjalankan kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan setelah sembuh dari Covid-19 dengan mengurangi makanan yang menyebabkan penyakit.

Foto: Pixabay
Budiman mengubah pola makan seperti tidak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyintas Covid-19 Budiman Ashar (66 tahun) mengatakan makin berupaya untuk menjalankan kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan setelah sembuh dari Covid-19. Direktur Human Capital and Administration PT Media Telekomunikasi Mandiri ini mengurangi makanan yang menyebabkan penyakit.

"Kita tahu makanan yang dulunya menyebabkan penyakit bawaan tadi kolesterol, diabetes, jadi pelajaran saya, kita hentikan, kita gas pol kebiasaan sehat," kata Budiman dalam seminar virtual Penyintas Covid-19 Bicara yang diadakan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di Jakarta, Ahad (27/9).

Budiman mengubah pola makan seperti tidak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi. "Saya makan rebus-rebusan," ujarnya.

Baca Juga

Dia juga melakukan olahraga rutin, banyak minum air, dan makin merawat tubuh. Saat menderita Covid-19, Budiman juga memiliki penyakit penyerta hipertensi dan diabetes.

Budiman menuturkan setelah kejadian terinfeksi Covid-19, dia menjadi selektif dan waspada dalam mempertimbangkan aktivitas, yakni mengutamakan untuk memilih aktivitas yang benar-benar perlu saja atau mendesak jika harus keluar rumah. "Sampai sekarang pun kita masih ada trauma untuk bepergian, sekarang kita hanya bepergian yang benar benar kita butuhkan saja," ujarnya pula.

Budiman menuturkan kemungkinan besar dia tertular Covid-19 saat acara keluarga, yakni mengunjungi seorang keluarga yang demam biasa dan yang pulang dari luar kota. Kemungkinan penularan juga dapat terjadi saat Sholat Jumat atau di kantor sendiri.

Ternyata di kemudian hari, anggota keluarga yang dikunjungi itu dirawat di rumah sakit dan terkonfirmasi positif Covid-19. Pada 15 Juli 2020, Budiman merasakan demam, beberapa hari kemudian dia melakukan uji usap dan hasilnya menunjukkan dia positif Covid-19.

Budiman tinggal bersama istri. Istrinya telah diperiksa dan didapati negatif Covid-19. 

Budiman ingin melindungi keluarganya, agar tidak terkena Covid-19. Dia pun memutuskan untuk dirawat di rumah sakit.

"Bagaimana pada saat kita terkena Covid-19 itu bagaimana melindungi diri dan keluarga. Saya mengambil keputusan supaya tidak ada penularan ke keluarga dan tetangga, saya ambil keputusan masuk rumah sakit," katanya lagi.

Saat pekan pertama dirawat di ruang isolasi di rumah sakit, Budiman merasakan diare, demam, tidak nafsu makan, dan batuk. Pada pekan kedua, demam berkurang dan hilang, tidak merasa kedinginan, batuk dan diare hilang tapi hasil uji usap masih positif Covid-19.

Pada 4 Agustus 2020 dilakukan uji usap dan hasilnya negatif. Pada uji usap berikutnya hasilnya juga negatif. Dengan hasil dua kali negatif berturut-turut, Budiman dinyatakan sembuh dari Covid-19.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA