Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

PDIP Harapkan UMKM Dapat Segera Naik Kelas

Senin 28 Sep 2020 01:53 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan

Eri Cahyadi (kiri)

Eri Cahyadi (kiri)

Foto: ANTARA/Moch Asim
Cawalkot dari PDIP Eri Cahyadi berharap UMKM dapat segera naik kelas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan dapat segera naik kelas. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) pemerintah Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan memberikan suntikan modal, digitalisasi produk, hingga menyalurkan produk kepada industri yang lebih besar.

"Ke depan, levelnya harus ditingkatkan lagi melalui penguatan modal, digitalisasi produk, hingga menyalurkan produk-produk tersebut pada industri besar di Surabaya," kata Eri Cahyadi dalam keterangan, Ahad (27/9).

Calon wali kota Surabaya ini mengatakan, selama ini Surabaya dikenal memiliki berbagai terobosan dalam memberdayakan UMKM. Bakal penerus Tri Rismaharini itu melanjutkan, di antaranya, Bazar Urban Farming, Pahlawan Ekonomi, Pejuang Muda yang digelar sejak 2010 hingga saat ini.

Baca Juga

Dia menegaskan bahwa penguatan modal, digitalisasi produk hingga menyalurkan produk UMKM pada industri besar di Surabaya juga merupakan upaya mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian warga. Dia mengatakan, tidak sedikit warga yang kehilangan pekerjaan selama pandemi berlangsung.

"Tapi kita selalu bisa berpartisipasi menggerakkan ekonomi rakyat melalui UMKM," kata Eri.

Eri mengajak masyarakat untuk membeli barang atau jasa yang dijual oleh warga agar bisa bertahan menghadapi dampak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, berapapun nilai barang atau jasa yang dibelanjakan sama dengan kontribusi terhadap putaran roda ekonomi warga.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja menyatakan, ada 3,05 juta orang yang terkena PHK akibat dampak nyata Covid-19 hingga awal Juni 2020. Kemenaker memperkirakan jumlahnya bisa bertambah melebihi angka 5,23 juta orang bila kondisinya masih belum berubah ke arah yang lebih baik.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga sempat memperkirakan tambahan angka pengangguran pada tahun ini bisa mencapai 4,2 juga orang. Bappenas menyatakan bahwa angkanya bisa lebih tinggi lagi karena jumlah pencari kerja juga makin tinggi, terutama dari lulusan sekolah dan perguruan tinggi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA