Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Muncul Klaster Pesantren di Tasikmalaya, 12 Orang Positif

Senin 28 Sep 2020 00:20 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19

Foto: Pixabay
Munculnya klaster pesantren itu berawal dari salah satu santri yang sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat munculnya klaster baru penyebaran virus corona. Sebanyak 12 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dari salah satu pesantren di Kota Tasikmalaya.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Ivan Dicksan mengatakan, ada kasus terkonfirmasi positif dari salah satu pesantren di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penelusuran tim survailans, sementara ada 12 orang yang positif Covid-19 dari pesantren tersebut. "Kita langsung ambil tindakan untuk mengevakuasi pasien. Sekarang pasien sudah ada di ruang isolasi RSUD dr Soekardjo," kata dia, Ahad (27/9).

Menurut dia, munculnya klaster pesantren itu berawal dari salah satu santri yang sakit. Santri yang sakit itu dibawa berobat ke salah satu fasilitas kesehatan. Lantaran memiliki gejala yang mengarah ke Covid-19, santri itu diminta melakukan uji usap (swab) dan hasilnya positif Covid-19.

Baca Juga

Setelah positif, tim survailans melakukan penelusuran kepada kontak erat. Hasilnya, ditemukan total 12 orang positif Covid-19.

Ivan mengatakan, saat ini pihaknya sudah menugaskan tim survailans terus melakukan penelusuran dan pelacakan. Sementara itu, kegiatan pesantren dihentikan, dalam arti tak ada interaksi dengan masyarakat di luar pesantren. "Kita belum tutup pesantren. Kita hanya minta tak ada interaksi ke luar atau ke dalam pesantren," kata dia. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya hingga Ahad pagi, total terdapat 110 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 59 orang telah dinyatakan sembuh, 44 orang masih menjalani isolasi, dan tujuh orang meninggal dunia. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA