Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan, Gerindra: Hak Prabowo

Ahad 27 Sep 2020 16:03 WIB

Red: Bayu Hermawan

Menhan Prabowo Subianto

Menhan Prabowo Subianto

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Gerindra mengatakan pengangkatan eks tim mawar jadi pejabat Kemenhan hak Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas menanggapi pengangkatan Brigjen Dadang Hendrayudha dan Brigjen Yulius Selvanus yang merupakan eks anggota Tim Mawar, sebagai pejabat baru di Kementerian Pertahanan. Ia mengatakan, pengankatan itu merupakan hak Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

"Terkait dengan masalah itu pengangkatan dua eks tim mawar masuk  ke jajaran struktural kemenhan ini kan merupakan hak dari Pak Menhan sendiri untuk memilih orang-orang yang benar-benar mampu dalam meningkatkan kinerja sesuai dengan target yang diberikan Presiden Jokowi terhadap Kementerian Pertahanan (Kemenhan) terutama dalam menangani beberapa isu-isu terkait dengan pertahanan," kata Yan kepada Republika.co.id, Ahad (27/9).

Yan mengaku tak mempersoalkan terkait pengangkatan tersebut. Menurutnya, pengangkatan itu tak ada sangkut pautnya dengan latar belakang masa lalu kedua orang tersebut. Sepanjang dua pejabat tersebut mau bekerja dan menjalankan apa yang ditugasi Prabowo, serta bertanggung jawab kepada Presiden, menurutnya pengangkatan tersebut sah-sah saja.

Baca Juga

"Dalam rangka peningkatan kinerja untuk mendukung pertahanan wilayah teritorial NKRI kita baik darat, laut, maupun udara, dukungan operasional di Kemenhan saya pikir sah dan wajar-wajar saja," ujarnya.

Prinsipnya, Yan menambahkan, berikan kesempatan dulu orang-orang tersebut untuk bekerja. Setelah kelihatan hasil kerjanya, baru berbagai pihak bisa melakukan penilaian terhadap pejabat tersebut.  

"Jadi tidak serta merta langsung kita menjustifikasi bahwa orang-orang ini adalah eks tim ini itu dan belum tentu mereka tidak punya kompetensi untuk mengerjakan job yang diberikan menteri pertahanan kepada mereka," tuturnya.

Dirinya mengklaim bahwa Komisi I DPR mendukung penuh langkah yang diambil Prabowo dalam membangun citra positif Indonesia di bidang pertahanan. Sementara itu, terkait adanya tanggapan beberapa pihak yang mempersoalkan pengangkatan tersebut, dirinya menduga ada pihak yang tidak puas dengan proses seleksi pejabat di Kemenhan.

"Iya, nggak perlu dipolemikkan karena kalau pun ada polemik ini kan hanya kelompok-kelompok tertentu saja begitu, bahkan bisa LSM kalau bersuara pun dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu atau elit-elit tertentu yang merasa tidak puas," ungkapnya. 

Sebelumnya dikabarkan Prabowo mengangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) Dadang Hendrayudha yang saat ini menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi Dirjen Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan menggantikan Prof Bondan Tiara Sofyan. Kemudian Brigjen Yulius Selvanus yang kini menjadi Komandan Korem (Danrem) 181/Praja Vira Tama dipromosikan menjabat Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Bainstrahan) yang kini diemban Mayjen (Marinir) Joko Supriyanto. 

KontraS mengecam pengangkatan dua anggota eks tim mawar sebagai pejabat publik. KontraS mencatat, Brigjen TNI Yulius Selvanus dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha merupakan anggota eks tim mawar  yang ketika itu berpangkat kapten melakukan operasi penculikan dan penghilangan paksa terhadap aktivis di era orde baru. Bahwa atas tindakannya itu, melalui Mahkamah Militer Tinggi (Mahmiliti) II Jakarta, Yulius Selvanus dihukum 20 (dua puluh) bulan penjara dan dipecat dari dinas ABRI sedangkan Dadang Hendrayudha dihukum 16 (enam belas) bulan penjara tanpa pemecatan. 

Namun, dalam Putusan tingkat banding, pemecatan terhadap Yulius Selvanus dianulir oleh hakim. Sehingga keduanya, masih menjabat aktif sebagai anggota militer.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA