Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Friday, 2 Jumadil Akhir 1442 / 15 January 2021

Korut Peringatkan Hubungan dengan Korsel Bisa Memanas

Ahad 27 Sep 2020 08:51 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Korsel-Korut

Korsel-Korut

Korut sebelumnya meminta maaf atas pembunuhan pejabat Korsel di perairannya

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Korea Utara (Korut) mengatakan sedang mencari jenazah pejabat Korea Selatan (Korsel) yang dibunuh tentara mereka. Tapi, memperingatkan operasi angkatan laut Korsel di wilayah tersebut akan meningkatkan ketegangan.

Pada Jumat (25/9) lalu, Pemimpin Korut Kim Jong-un menyampaikan permintaan maaf atas pembunuhan pejabat perikanan Korsel di perairan Korut, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan. Militer Korsel menuduh tentara Korut membunuh laki-laki tersebut, menyiram tubuhnya dengan bensin dan membakarnya di dekat perbatasan laut antara kedua negara Korea.

Pada Ahad (27/9) kantor berita Korut, KCNA melaporkan pihak berwenang Korut sedang mempertimbangkan cara untuk menyerahkan jenazah pejabat perikanan itu ke Korsel bila berhasil ditemukan. Dalam laporannya KCNA mengatakan 'kasus yang buruk ini seharusnya tidak terjadi'.

Baca Juga

Namun, mereka memperingatkan angkatan laut Korsel yang beroperasi di lokasi pencarian telah masuk ke perairan Korut. Mereka meminta kapal-kapal militer Korsel itu segera ditarik kembali.

"Kami meminta pihak Korsel untuk segera menahan intrusi menyeberangi garis demarkasi militer di laut barat yang mungkin meningkatkan ketegangan," kata Korut dalam laporan KCNA.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Korsel mengatakan belum dapat segera menjawab tuduhan Korut. KCNA melaporkan Korut mulai menggelar operasi pencarian jenazah itu.

"Kami juga mengambil langkah keamanan yang dibutuhkan untuk memastikan tidak ada lagi insiden yang merusak kepercayaan dan sikap saling menghormati antara Korut dan Korsel," kata KCNA tanpa menjelaskan lebih lanjut. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA