Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Muslimah India Jadi 100 Tokoh Berpengaruh Majalah Times

Ahad 27 Sep 2020 04:53 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani

Seorang muslimah India bernama Bilkis menjadi salah satu dari 100 tokoh berpengaruh versi Majalah Times

Seorang muslimah India bernama Bilkis menjadi salah satu dari 100 tokoh berpengaruh versi Majalah Times

Foto: About Islam
Bilkis adalah muslimah India yang memprotes sikap rasis pemerintah India

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang muslimah India menjadi salah satu dari 100 sosok yang paling berpengaruh di 2020 edisi Majalah Times yang dipublis baru-baru ini. Seorang perempuan India bernama Bilkis ini berusia 82 tahun dan diketahui berasal dari New Delhi.

Dikutip dari About Islam, Bilkis menjadi populer karena ia menjadi muslimah India yang memprotes sikap rasis Pemerintah India, yang menerapkan Undang Undang Amandemen Kewarganegaraan yang kontroversial, terutama bagi kelompok muslim India.

Bilkis menjadi kelompok muslimah yang terpinggirkan karena ia menjadi bagian yang dikecualikan oleh Pemerintahan India, dibawah Perdana Menteri Narendra Modi. Bilkis dan banyak warga muslim India lain kesulitan untuk mendapatkan hak kewarganegaraan karena Undang-Undang tersebut.

Seorang jurnalis India, Rana Ayyub yang menulis 'Gujarat Files: Anatomy of a Cover Up', mengungkapkan ketika ia pertama kali bertemu dengan Bilkis, sedang duduk di tengah kerumunan massa. Ia dikelilingi oleh perempuan dan muslimah muda India yang sedang melakukan demonstrasi dengan spanduk protes dan penentangan.

Namun Bilkis terlihat dengan tasbihnya di satu tangan dan bendera nasional India di tangan lainnya. Bilkis menyuarakan protesnya sejak jam 8 pagi hingga tengah malam di Shaheen Bagh, sebuah kawasan di New Delhi, menjadi simbol perlawanan.

“Bilkis memberikan harapan dan kekuatan kepada para aktivis dan pemimpin mahasiswa yang dijebloskan ke balik jeruji besi karena membela kebenaran yang tidak populer dalam demokrasi yang bergeser ke otoritarianisme, dan mengilhami protes peniru damai di seluruh negeri,” tulis Rana Ayyub di deskripsi Majalah Times.

Dalam wawancaranya, bahkan Bilkis duduk bergabung dan tak bergeming dengan para demostran. "Saya akan duduk di sini sampai darah saya berhenti mengalir di pembuluh darahnya sehingga anak-anak di negara ini dan dunia menghirup udara keadilan dan kesetaraan," ujar Bilkis.

Atas kesungguhan perjuangan wanita renta melawan ketidakadilan tersebut, Majalah Times memberikan penghargaan sebagai tokoh dunia berpengaruh selama 2020, bersama beberapa tokoh lain seperti Dr. Anthony Fauci Kepala CDC Amerika Serikat yang berjibaku melawan Covid-19, dibawah tekanan Presiden Trump. Majalah Times, menilai Bilkis layak mendapat pengakuan sehingga dunia mengakui kekuatan perlawanan terhadap tirani.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA