Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Perusakan Masjid Kembali Terjadi di Bandung

Ahad 27 Sep 2020 02:17 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Esthi Maharani

Umat muslim beraktivitas di dekat jendela yang dirusak

Umat muslim beraktivitas di dekat jendela yang dirusak

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Kali ini, perusakan masjid terjadi di Masjid Al-Muslihun

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Kasus pengerusakan masjid di Kota Bandung kembali terjadi. Setelah sebelumnya terjadi di Masjid Nurul Jami di Jalan Bukit Dago Selatan, Rabu (23/9), kali ini, pengerusakan masjid terjadi di Masjid Al-Muslihun, Jalan Kampung Bengkok, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Jumat (25/9) dini hari.

Kasubag Humas Polrestabes Bandung, AKP Rahayu Mustikaningsih membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku berinisial T telah merusak masjid dengan melemparkan batu akibatnya sebagian kaca jendela masjid pecah.

"Polisi telah menetapkan pelaku sebagai tersangka," ujarnya melalui keterangan yang diterima, Sabtu (26/9).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pada Jumat (25/6) dini hari melihat pelaku melempar batu ke arah masjid sehingga kaca jendela pecah. Para saksi mengatakan bahwa posisi pelaku sekitar 7 hingga 8 meter dari masjid. Ia melemparkan batu seukuran kepalan tangan ke arah masjid Al Muslihun.

Ia melanjutkan, salah seorang jemaah yang sedang berdoa sehabis sholat subuh terkena lemparan batu.Namun, katanya jemaah tersebut tidak mengalami luka serius.

Rahayu mengatakan, diketahui pelaku merupakan warga Kecamatan Coblong dan tinggal sendiri di rumah milik orang tuanya. Sehari-hari pelaku bekerja sebagai pencari pasir di sungai yang berdekatan dengan masjid Al-Muslihun.

Ia menambahkan, pihak kepolisian mendapatkan keterangan dari kakak pelaku bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2010 akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala. Menurutnya, saat ini pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua untuk mendapatkan perawatan karena pelaku sering mengamuk tanpa sebab.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA