Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Surakarta Tata Kawasan Stadion Manahan

Sabtu 26 Sep 2020 09:58 WIB

Red: Agung Sasongko

Warga berolahraga di kawasan Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020). Komplek Stadion Manahan kembali dibuka untuk aktifitas warga berolahraga setelah sebelumnya ditutup selama lima bulan akibat COVID-19.

Warga berolahraga di kawasan Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2020). Komplek Stadion Manahan kembali dibuka untuk aktifitas warga berolahraga setelah sebelumnya ditutup selama lima bulan akibat COVID-19.

Foto: ANTARA /Mohammad Ayudha
Stadion Manahan merupakan salah satu venue Piala Dunia 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Surakarta mulai melakukan penataan kawasan Stadion Manahan. Stadion Manahan merupakan salah satu venue yang disiapkan menjadi arena Piala Dunia U-20. 

"Untuk persiapan Stadion Manahan Solo yang akan digunakan pertandingan sepak bola intenasional Piala Dunia U-20 semuanya sudah siap, dan sudah sesuai standar FIFA," kata Wali Kota Surakarta F.X.Hadi Rudyatmo, di Solo, Jumat Kemarin.

Namun, kata Rudyatmo, Stadion Manahan Solo masih akan ditambah lagi kekuatan lampu penerangan lapangan, dan semuanya sudah disiapkan.

Baca Juga

"Lampu penerangan dan tiket boks di Stadion Manahan Solo, masih menunggu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara teknisnya," kata Rudyatmo.

Rudyatmo mengatakan Pemkot Surakarta sebagai pendamping persiapan Piala Dunia di Solo, melaksanakan soal Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) di kawasan stadion. Sedangkan, yang besar-besar ditangani dari pusat melalui Kementerian PUPR.

Selain itu, Pemkot Surakarta juga sudah menyiapkan lima lapangan pendukung untuk latihan tim peserta Piala Dunia, di Solo, dan tinggal pelaksanaan perbaikan saja. Kelima lapangan itu, yakni Stadion Sriwedari, Kotabarat, Banyuanyar, Karangasem, dan Lapangan Sriwaru. Sedangkan, venue utama untuk pertandingan adalah Stadion Mahanan Solo.

Pelaksanaan pembangunan semuanya dari Kementerian PUPR, sedangkan Pemkot Surakarta hanya memberikan keterangan status lapangan bukan tanah sengketa saja.

"Kami pendampingannya hanya soal UKL dan UPL di kawasan Stadion Manahan Solo yang sekarang harus steril dari pedagang kaki lima (PKL)," kata Rudyatmo.

Menyinggung soal anggaran yang dibutuhkan untuk membangun lima lapangan untuk mendukung latihan tim peserta Piala Dunia U-20 di Solo,Rudyatmomengaku tidak tau secara pasti, dan menurutnya yang mengetahui adalah Menteri PUPR.

Menyinggung soal PKL yang ada di kawasan Stadion Manahan Solo, Rudyatmo mengatakan stadion radius satu kilometer harus dibersihkan dari pedagang.

Namun, pihaknya akan melihat bagaimana sesuai aturan FIFA kawasan venue pertandingan harus bersih atau tidak ada aktivitas pedagang. Jika aturan FIFA kawasan bersih tentunya PKL harus dibongkar seluruhnya.

"Kami baru akan bertemu dengan PSSI dalam waktu dekat ini, untuk penjelasan tentang persiapanPiala Dunia U-20 di Solo," kata Rudyatmo.

Pemkot Surakarta juga sudah menyediakan lokasi di Galabo, Gladak, Solo sebagai tempat relokasi ratusan PKL yang menempati Selter Manahan Solo. Relokasi PKL itu dilakukan karena akan dijadikan lokasi pertandingan Piala Dunia U-20 pada Mei 2021.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA