Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Polisi Panggil Dua Kasubag Kejakgung Terkait Kebakaran

Sabtu 26 Sep 2020 03:14 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Nur Aini

Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Kebakaran yang berawal sejak Sabtu (22/8) malam itu masih dalam penanganan pihak pemadam kebakaran. Hingga Minggu pukul 03.15 WIB api belum bisa dipadamkan dan merambat dari sisi utara ke sisi selatan gedung. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Kebakaran yang berawal sejak Sabtu (22/8) malam itu masih dalam penanganan pihak pemadam kebakaran. Hingga Minggu pukul 03.15 WIB api belum bisa dipadamkan dan merambat dari sisi utara ke sisi selatan gedung. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA
Tim Puslabfor menyebut sumber api kebakaran gedung kejakgung dari nyala api terbuka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, penyidik bakal memanggil dua Kepala Sub Bagian (Kasubag) dari Kejaksaan Agung (Kejakgung) untuk menindaklanjuti penyidikan kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung, beberapa waktu lalu. Sebelumnya, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi potensial.

"Hari ini juga penyidik sudah mengirimkan surat panggilan Kasubag PAM Info dan Kasubag Produksi Kejaksaan Agung untuk diajukan pemeriksaan sebagai saksi," ujar Brigjen Awi Setiyono saat konferensi pers di Kompleks Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/9).

Selain itu, kata Awi, pada Jumat (25/9), tim penyidik gabungan sedang melakukan rapat analisa dan evaluasi (Anev) proses penyidikan dan melengkapi berkas administrasi kasus kebakaran tersebut. Kemudian, laporan kemajuan terkait perkembangan penyidikan juga tengah disusun oleh penyidik. 

Baca Juga

"Termasuk melanjutkan pembahasan konstruksi hukum yang akan diterapkan dalam penyidikan kasus ini ," kata Awi.

Sebelumnya, dalam penyelidikan Tim Puslabfor menemukan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik, tapi oleh nyala api terbuka. Api berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Kemudian, api dengan cepat menjalar ke ruang lain.

Menjalarnya api dengan cepat juga diduga terdapat akseleran berupa ACP pada lapisan luar gedung dan cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon. Hal itu ditambah kondisi gedung, yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti lantai parkit, gypsum, panel HPL serta bahan mudah terbakar lainnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA