Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Ilhan Omar Sebut Trump Sebarkan Kebencian

Sabtu 26 Sep 2020 05:22 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Anggota Kongres AS yang mewakili Minnesota, Ilhan Omar di Capitol Hill, Washington, 6 Maret 2019.

Anggota Kongres AS yang mewakili Minnesota, Ilhan Omar di Capitol Hill, Washington, 6 Maret 2019.

Foto: AP Photo/J. Scott Applewhite
Trump kerap menargetkan Omar dalam pidatonya.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNESOTA -- Pernyataan rasis terhadap anggota kongres Muslim-Amerika, Ilhan Omar, menjadi hal rutin dalam pidato Presiden AS Donald Trump di rapat umum kampanye, jelang pemilihan umum November nanti. Pada Selasa (22/4) malam, Trump berpidato di negara bagian Pennsylvania. Dia menyerang Omar dengan mengatakan Omar memberi tahu orang Amerika bagaimana menjalankan “negara AS”.

"Dia memberi tahu kami bagaimana menjalankan negara kami. Bagaimana Anda melakukannya? Dari mana Anda berasal? Bagaimana keadaan negara Anda?" kata Trump kepada para pendukungnya, dilansir di Middle East Eye, Kamis (24/9).

Omar tak tinggal diam, dia langsung membalas pernyataan Trump dalam Twitternya. Dia mempertanyakan, kenapa Trump beserta pendukungnya sangat terobsesi dengannya.

Baca Juga

"Pertama, ini negara saya dan saya anggota DPR yang Anda tuduh. Kedua, saya melarikan diri dari perang saudara ketika saya berumur delapan tahun. Anak  berumur delapan tahun tidak memerintah sebuah negara walaupun Anda memerintah negara ini seperti anak berumur delapan tahun,” tulis Omar dalam cicitan di Twitter.

Ddia terus melawan Trump dengan menyebut Trump memanfaatkan ketakutan warga AS. "Dia menyebarkan kebencian ke mana pun dia pergi, dan kampanye kultus yang dia pegang di seluruh negera ini sekarang dipicu rasa takut. Tidak heran, dia begitu takut tidak memenangkan Minnesota sehingga harus menggunakan cara kebencian ini,” ujar Omar kepada CNN.

Trump mengatakan dalam rapat umum, Selasa (22/9), dia akan memenangkan suara di Minnesota. Pekan lalu, juga Trump memperingatkan dalam rapat umum di Minnesota, lawannya Joe Biden dari Partai Demokrat akan mengubah Minnesota menjadi "kamp pengungsi".

"Bagaimana dia bisa memenangkan pemilihan? Bagaimana dia bisa menang? Sulit dipercaya," kata Trump tentang Omar.

Trump mengatakan setiap keluarga di Minnesota perlu tahu tentang rencana ekstrem Joe Biden untuk memenuhi Minnesota dengan masuknya pengungsi dari Somalia. Sementara pada Rabu (23/9) pagi, kampanye Omar mengutip serangan terbaru Trump dalam email penggalangan dana kepada pendukungnya dengan mengatakan jumlah pemilih di distriknya akan membantu mengalahkan presiden.

Omar mengatakan dia tidak bisa menghitung sudah berapa kali Trump dan Partai Republik mencoba merusak gerakannya, dengan selalu menuai komentar sinis di rapat umum hingga serangan iklan kekerasan.

"Tapi kita tidak bisa membiarkan kebencian mengalihkan perhatian kita. Untuk setiap serangannya, kita perlu mengirim tim lain untuk mengeluarkan suara agar dapat memenangkan pemilihan ini dan mengalahkan Trump di Minnesota,” kata Omar dalam email.

Pada Juli 2019, Trump mengatakan empat anggota kongres wanita yang dikenal sebagai “The Squad”, termasuk Omar, harus kembali ke negara mereka dan membantu memperbaiki tempat yang rusak dan penuh kejahatan dari mana mereka berasal.

photo
Dari kiri ke kanan, anggota Kongres perempuan AS yang merupakan warga keturunan Rashida Tlaib dari daerah pemilihan Michigan, Ilhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Alexandria Ocasio-Cortez dari New York merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai mereka dalam konferensi pers di Capitol, Washington, Senin (15/7). - (AP Photo/J. Scott Applewhite)
Ini bukan pertama kalinya Trump menyebut Omar sebagai orang asing. Pada Juni lalu, dia memperingatkan para pendukungnya, anggota kongres itu akan terlibat dalam pemerintahan Biden jika Partai Demokrat menang pada November nanti.

"Dia (Omar) ingin membuat pemerintahan AS seperti negara asalnya, Somalia. Tidak ada pemerintahan, tidak ada keamanan, tidak ada polisi, tidak ada apa-apa, hanya anarki. Dan sekarang, dia memberi tahu kita bagaimana menjalankan negara ini. Tidak , Terima kasih,” kata Trump saat itu. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA