Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Dampak Menghisap Ganja Saat Hamil untuk Perkembangan Anak

Jumat 25 Sep 2020 21:49 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Muhammad Hafil

Dampak Menghisap Ganja Saat Hamil untuk Perkembangan Anak. Foto: Ladang Ganja (Ilustrasi)

Dampak Menghisap Ganja Saat Hamil untuk Perkembangan Anak. Foto: Ladang Ganja (Ilustrasi)

Para ibu diingatkan tak menghisap ganja selama kehamilan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ibu diperingatkan untuk tidak merokok kanabis (ganja) selama kehamilan karena dapat mempengaruhi perkembangan bayi.
Sebuah penelitian menunjukkan anak-anak lebih cenderung menunjukkan perilaku seperti psikotik jika ibu mereka merokok ganja selama kehamilan mereka.

Studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja (ABCD) di AS menganalisis perilaku anak berusia sembilan tahun yang ibunya "terpapar" ganja selama kehamilan. Para peneliti juga mengamati pola tidur dari 11.489 anak, 655 di antaranya memiliki ibu yang merokok selama hamil.

Menurut studi, setiap anak yang telah terpapar ganja sebelum lahir menunjukkan perilaku "abnormal". Dibandingkan dengan anak-anak lain, mereka lebih cenderung memiliki perilaku seperti psikotik dan masalah dengan rentang perhatian, sikap sosial , tidur, serta umumnya memiliki kemampuan kognitif lebih lemah.

"Jika perempuan terus merokok ganja setelah mengetahui mereka hamil, perilaku anak-anak akan lebih terlihat," kata para peneliti, dilansir laman Independent, Jumat (25/9).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan bahwa merokok ganja selama kehamilan dapat menurunkan berat badan lahir pada bayi baru lahir. Hal itu juga dapat membuat anak sulit untuk memperhatikan atau fokus belajar nantinya.

Penulis studi ABCD mengatakan memang ada penelitian sebelumnya tapi itu telah digolongkan "lemah" karena kurangnya studi berulang dan peneliti tidak memperhitungkan faktor, seperti anak-anak yang menggunakan narkoba.

Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik, dan Kedokteran Nasional baru-baru ini menyimpulkan bahwa hanya penurunan berat badan lahir yang terkait erat dengan paparan ganja prenatal.

Karenanya, para peneliti menyerukan pendidikan yang lebih baik tentang risiko penggunaan ganja selama kehamilan, atau pencegahan

Mirip dengan pesan efektif seputar konsekuensi merugikan dari paparan alkohol dan tembakau selama kehamilan, pendidikan mengenai potensi bahaya yang terkait dengan penggunaan ganja prenatal juga diperlukan.

Saat ini, wanita hamil, dan bahkan mereka yang berencana untuk hamil, harus dicegah untuk menggunakan ganja oleh petugas kesehatan, apotik, dan lainnya. Wanita harus menahan diri dari penggunaan ganja selama kehamilan agar dapat bermanfaat bagi keturunan mereka.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA