Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Gapmmi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Lebih Baik

Jumat 25 Sep 2020 19:50 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi

 Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman. GAPMMI optimistis ekonomi Indonesia akan lebih baik tahun depan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman. GAPMMI optimistis ekonomi Indonesia akan lebih baik tahun depan.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pada 2021, Gapmmi yakin ekonomi akan lebih baik meski belum normal sepenuhnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) optimistisi pertumbuhan ekonomi pada 2021 lebih baik dibandingkan tahun ini. Daya beli masyarakat atau belanja konsumsi pun diprediksi mulai membaik tahun depan. 

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman menilai 2020 merupakan tahun terburuk. Semester pertama 2020 pertumbuhan ekonomi terjelek dan terjadi anomali. "Pada 2021 pasti ekonomi akan lebih baik meski belum bisa normal sepenuhnya," kata Adhi dalam Markplus Industry Roundtable, Jumat (25/9).

Ia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi pada 2021 kemungkinan masih dalam bayang-bayang resesi akibat Covid-19. Namun ia juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik, sesuai prediksi IMF pertumbuhan global akan meningkat tahun depan.

Baca Juga

Pertumbuhan industri makanan dan minuman, lanjut Adhi, pada 2021 bisa mencapai lina sampai tujuh persen. "Ini masih jauh dari pertumbuhan konsumsi pada 2019 yang sebesar delapan persen, tapi kita upayakan konsumsi meningkat," kata Adhi. 

Sejak Juni, kata dia, penjualan makanan dan minuman mulai meningkat. Sebelumnya pada Mei dan April, industri tersebut mengalami penjualan paling rendah. 

"Saya harap (penjualan) ini bisa terus meningkat di tengah upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah," ucap Adhi.

Ia menambahkan, industri makanan dan minuman juga masih berpotensi ekspor. Selama pandemi,nilai ekspor tidak turun. Pada semester I 2020 nilai ekspor mencapai 13,7 miliar dolar AS. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA