Jumat 25 Sep 2020 16:18 WIB

Sukabumi Jadi Percontohan Koperasi Modern Berbasis Wanita

Koperasi tetap menjalankan visi misi tanpa melupakan dinamika berteknologi.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Fuji Pratiwi
Pengelola menata produk UMKM (ilustrasi). Koperasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat akan jadi percontohan dalam pengembangan koperasi modern.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pengelola menata produk UMKM (ilustrasi). Koperasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat akan jadi percontohan dalam pengembangan koperasi modern.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI --  Koperasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat akan jadi percontohan dalam pengembangan koperasi modern. Khususnya optimalisasi koperasi di kalangan wanita berbasis klaster komunitas.

''Kami mendorong optimalisasi koperasi di kalangan wanita berbasis klaster komunitas,'' ujar Asisten Deputi Tata Laksana Koperasi dan UKM, Kementerian Koperasi dan UKM M Hanafiah di Kota Sukabumi, Jumat (25/9).

Baca Juga

Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Kampung Koperasi Menuju Modernisasi Koperasi yang digelar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) di Sukabumi.

Hanafiah mengatakan, Kemenkop UKM menargetkan koperasi yang bertransformasi menjadi modern pada 2024 sebanyak 500 unit koperasi di seluruh Indonesia. Koperasi tetap menjalankan visi misi dan sesuai jati diri di masyarakat serta tidak melupakan dinamika perubahan yakni teknologi.

"Terutama daftarlah anggota secara digital, layani anggota berbasis teknologi informasi dan akuntansi berbasis teknologi," ucap Hanafiah.

Oleh karenanya, Kemenkop UKM menggelar FGD di lima provinsi. Targetnya akan melahirkan formula dan contoh pola yang akan diduplikasi ke daerah lain khususnya pembinaan dan pengembangan koperasi di masa mendatang.

''Harapannya koperasi di Kota Sukabumi jadi barometer pengembangan koperasi di kalangan wanita,'' kata Hanafiah.

Hal ini dapat terwujud dengan keterlibatan aktif pemerintah dan pelaku koperasi.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor baik kesehatan pendidikan, kerawanan sosial termasuk juga ekonomi dan koperasi di dalamnya. Fahmi hadir dalam FGD sebagai pamateri menyampaikan paparan tentang rebranding koperasi melalui pendekatan kampung koperasi berbasis kluster komoditas.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement