Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Empat Nominator MVP IBL Pertamax 2020

Jumat 25 Sep 2020 14:39 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Agung Sasongko

Pebasket Louvre Surabaya Daniel Timothy Wenas (kiri) berusaha mengumpan bola dihadang pebasket Pacific Caesar Surabaya Aga Siedarta Wismaya saat pertandingan seri keenam Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (8/3/2020).

Pebasket Louvre Surabaya Daniel Timothy Wenas (kiri) berusaha mengumpan bola dihadang pebasket Pacific Caesar Surabaya Aga Siedarta Wismaya saat pertandingan seri keenam Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (8/3/2020).

Foto: Antara/Moch Asim
Ada empat pemain yang akan bersaing memperebutkan MVP IBL Pertamax 2020

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada empat pemain yang akan bersaing untuk memperebutkan siapa yang bakal menyandang sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) IBL Pertamax 2020. Seperti dilansir dari laman IBL Indonesia, empat pemain tersebut adalah:

1. Daniel Timothy Wenas (Louvre Surabaya)

Daniel Timothy Wenas jadi pemain pertama yang diumumkan Louvre Surabaya setelah mereka resmi menjadi peserta IBL Pertamax 2020. Keberanian Daniel mengambil risiko dengan bergabung bersama tim baru patut mendapatkan pujian. 

Baca Juga

Faktanya, kini Daniel yang memikul tanggung jawab berat di Louvre masuk sebagai nominasi peraih penghargaan Most Valuable Player (MVP) IBL Pertamax 2020. Daniel bukan pendulang poin terbanyak di tim ini. Karena ada tiga pemain asing yang siap menjaga keunggulan poin di Louvre, yaitu Savon Goodman, Michael Kolawole, dan Martavious Irving. 

Tetapi Daniel adalah opsi serangan pertama ketika pemain asing gagal mencetak poin. Terbukti dirinya menjadi pencetak poin terbanyak untuk pemain lokal di tim Louvre Surabaya. 

Tampil dalam 14 pertandingan, Daniel mencetak rata-rata 11,4 PPG, 4,5 RPG, dan 1,1 APG, dengan akurasi tembakan 41 persen. Daniel punya banyak senjata yang bisa diandalkan. Ini karena beberapa kali mendapatkan tugas berbeda-beda di klub-klub yang pernah dibelanya. 

Daniel sempat bertugas sebagai point guard di tim Pelita Jaya. Dia juga sempat memainkan posisi sebagai shooting guard di Garuda Bandung dan Bogor Siliwangi. Kemampuan itu diterapkan di Louvre. Tetapi karena banyaknya point guard di Louvre, maka Daniel kembali ke posisi penembak jitu. 

Daniel masih bisa berkontribusi di pertandingan dengan catatan statistik yang bagus. Daniel musim ini layak menjadi nominator MVP IBL Pertamax 2020. 

2. Abraham Damar Grahita (Indonesia Patriots)

Abraham Damar Grahita berada di puncak kariernya. Setelah berhasil menjadi juara di musim 2018-19 bersama Stapac Jakarta, kini pemain asli Bangka Belitung tersebut masuk nominasi Most Valuable Player (MVP) IBL Pertamax 2020. 

Abraham menjadi pemain dengan efisiensi tertinggi di liga musim ini. Abraham tampil bersama Indonesia Patriots, yang menjadi program pemusatan latihan timnas Indonesia. Di Patriots, ada tiga rekannya dari Stapac yaitu Mei Joni (MVP Pre Season 2018), Vincent Rivaldi Kosasih, dan Kaleb Ramot Gemilang (MVP IBL 2018-19). Semuanya punya keistimewaan masing-masing. 

Tetapi kali ini, giliran Abraham yang masuk dalam nominasi MVP. Abraham tampil dalam 11 dari total 13 laga Indonesia Patriots di IBL Pertamax 2020. Pelatih Rajko Toroman rata-rata menurunkan Abraham sebanyak 26 menit per pertandingan. Dari jumlah penampilan itu, Abraham mengoleksi rata-rata 13,6 PPG, 2,8 RPG, dan 3,6 APG. Abraham mencetak Field Goal di kisaran 45 persen (52/115). 

Kombinasi keberanian, penguasaan bola yang baik, serta akurasi tembakan, membuat Abraham jadi salah satu opsi serangan Indonesia Patriots musim ini. Catatan statistik Abraham musim ini jadi yang paling tinggi sepanjang karirnya. Jumlah rata-rata poinnya melebihi catatan musim 2016-17 dengan 12,2 PPG. 

Kemudian Abraham bisa meningkatkan jumlah assist menjadi 3,6 APG dari 3,3 APG di musim 2018-19. Selain itu, catatan steal juga naik dari 1,5 SPG di musim 2016-17 menjadi 1,7 SPG di musim ini. Kondisi fisik Abraham di IBL Pertamax 2020 sudah jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Dia sempat menjalani operasi di bagian pergelangan kaki yang mengganggunya sejak musim lalu. Jadi ketika jeda kompetisi, Abraham berusaha menyembuhkan untuk cepat pulih dari operasi tersebut. 

Penampilan Abraham jadi gambaran nyata kondisi fisiknya yang sudah sembuh seratus persen. Diharapkan Abraham bisa menjadi ujung tombang timnas Indonesia di event-event internasional. 

3.  Widyanta Putra Teja (NSH Jakarta)

Dalam dua musim terakhir, Widyanta Putra Teja mencuri perhatian IBL Fans dengan peningkatan performa yang luar biasa. Widi dianggap sebagai point guard masa depan Indonesia. Widi punya IQ bola basket yang tinggi sehingga dirinya menjadi pengatur serangan yang baik untuk NSH Jakarta. Karena perannya tersebut, Widi masuk nominasi Most Valuable Player (MVP) IBL Pertamax 2020. 

Widi adalah satu dari dua pemain lokal yang berada di urutan lima besar pengirim assist terbanyak di liga musim ini. Dia berada di posisi ketiga, di bahwa Gary Jacobs Jr. dan Andakara Prastawa Dhyaksa. Widi membuat rata-rata 4,1 Assist Per Gim selama musim reguler, sebelum liga ditangguhkan karena pandemi global. 

Selain jumlah assist yang tinggi, Widi juga membuat 9,3 PPG. Sebuah catatan yang membuktikan bahwa Widi bukanlah pemain yang malas. Dirinya menjadi salah satu pencetak poin lokal di liga yang produktif. Senjata Widi adalah keberaniannya menembus paint area lawan, dan menciptakan ruang tembak bagi para pemain NSH lainnya. 

Peningkatan performa Widi sebenarnya sudah terlihat musim lalu. Ketika dirinya menjadi bagian dari tim Stapac Jakarta yang menjuarai liga musim 2018-2019. Kala itu, Widi dan Agassie Yeshe Goantara menjadi point guard lokal yang berhasil membuat permainan Stapac makin bagus. Ketika Widi diboyong ke NSH, maka dia membawa kultur basket yang baik di tim tersebut. Ditambah lagi, mereka kini dipimpin oleh AF Rinaldo yang juga masuk nominasi Coach of the Year musim ini.

Meski NSH punya DaShaun Wiggins sebagai pemain asing yang bertugas mencetak poin, tetapi Widi terkadang justru jadi opsi pertama bagi Coach Inal. Ini karena kecerdasan Widi membaca situasi pertandingan. Tim-tim lawan bahkan tak bisa memperkirakan strategi tersebut. Berkat perannya sebagai pengatur serangan tim NSH Jakarta, maka Widyanta Putra Tedja layak masuk nominasi Most Valuable Player (MVP) di IBL Pertamax 2020. 

4. Andakara Prastawa Dhyaksa (Indonesia Patriots)

Pemain legendaris Indonesia, Mario Wuysang, menyebut Andakara Prastawa Dhyaksa adalah salah satu point guard murni terbaik di tanah air. Tak heran bila dirinya selalu jadi pilihan utama pelatih Rajko Toroman dalam berbagai turnamen. Karena performanya yang bagus di IBL Pertamax 2020 bersama Indonesia Patriots, maka Prastawa masuk nominasi Most Valuable Player (MVP) musim ini. 

Prastawa diturunkan ke lapangan selama rata-rata 26 menit per pertandingan. Kali ini, dia bermain 12 dari total 13 pertandingan Patriots. Catatan statistic rata-rata Prastawa adalah 9,6 PPG, 4,8 RPG, dan 3,0 APG. Namun yang selalu jadi senjata andalannya adalah tembakan tiga angka. Musim ini Prastawa mencetak akurasi three points sebesar 41 persen (26/62). Jumlah attemps-nya sama dengan Abraham Damar Grahita. Tetapi dari jumlah tersebut, Prastawa lebih unggul lima tembakan yang masuk. 

Kedua pemain ini, Prastawa dan Abraham, menjadi kunci permainan Patriots. Prastawa merupakan seorang pengatur serangan yang punya daya jelajah tinggi. Dia juga sangat berbahaya dan sulit ditebak oleh penjaga lawan. Bila orang yang menjaganya mendekat, maka Prastawa bisa mengecohnya dan masuk ke paint area. Sebaliknya, bila penjaga menjauh, Prastawa bisa melepaskan tembakan jarak jauh yang akurat. 

Meski bukan musim terbaiknya, tapi Prastawa setidaknya mampu mempertahankan konsistensi permainannya. Tapi bila dilihat lebih dalam lagi, ternyata Prastawa berhasil meningkatkan akurasi tembakannya. Dengan Field Goal sebesar 44 persen dan prosentase tembakan 3PTS  sebesar 41 persen, maka itu menjadi catatan tertinggi sepanjang karirnya di liga professional Indonesia. Oleh sebab itu, Prastawa layak masuk nominasi gelar individu musim ini. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA