Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Bank Jatim Gandeng Amartha Salurkan Pendanaan Rp 500 Miliar

Jumat 25 Sep 2020 12:56 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk  (Bank Jatim) bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) untuk menyalurkan pendanaan usaha Rp 500 Miliar dalam satu tahun ke depan kepada ratusan ribu perempuan pengusaha mikro di desa, guna mendukung pemulihan dan kemajuan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Jawa Timur.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) untuk menyalurkan pendanaan usaha Rp 500 Miliar dalam satu tahun ke depan kepada ratusan ribu perempuan pengusaha mikro di desa, guna mendukung pemulihan dan kemajuan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Jawa Timur.

Foto: istimewa
Kolaborasi Bank Jatim dengan Amartha menjadi contoh sinergi perbankan dan fintech.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BPD Jawa Timur/Bank Jatim) bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyalurkan pendanaan usaha senilai Rp 500 miliar. Dalam setahun ke depan, pendanaan ini akan ditujukan untuk perempuan pelaku usaha mikro di desa.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, Bank Jatim juga akan memaksimalkan fasilitas dan layanan digital banking terutama pada era industri 4.0 dan kondisi pandemi. Adapun kolaborasi antara Bank Jatim dengan Amartha menjadi contoh sinergi perbankan dan fintech dalam mendorong pemulihan perekonomian desa pasca Covid-19. Selain juga pemberdayaan perempuan pengusaha mikro di Jawa Timur.

"Keunggulan yang dimiliki Bank Jatim akan kebutuhan daerah dan pelaku UMKM Jawa Timur sekarang didukung teknologi dan tim Amartha yang sanggup beradaptasi dengan cepat dan berinovasi," ujar Basrul dalam keterangan tulis, Jumat (25/9).

Baca Juga

Menurutnya kerja sama ini juga sebagai realisasi atas dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menghendaki terciptanya kolaborasi yang saling menguntungkan antara perbankan dengan fintech.

CEO Amartha Andi Taufan Garuda melihat ketangguhan ibu-ibu di desa dan ingin segera bangkit dari keterpurukan akibat krisis Covid-19. Setidaknya yang mereka butuhkan adalah kesempatan untuk memulihkan usahanya. 

Pengalaman selama 10 tahun mendampingi perempuan pengusaha mikro, Amartha terus beradaptasi serta berinovasi dalam menghadapi krisis Covid-19. Mulai dari revisi algoritma kriteria pendanaan hingga peningkatan program perlindungan asuransi bagi pendana. 

Amartha juga dapat menjaga kualitas pendanaan dan pembayaran angsuran tepat waktu dengan kriteria baru di atas 99 persen. "Amartha optimis kerja sama dengan Bank Jatim dapat mengakselerasi proses pemulihan ini, sehingga mereka tidak hanya pulih tapi bisa bangkit lebih kuat dari sebelumnya," ucap Taufan.

Sejak membuka layanan di Jawa Timur pada 2017, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 928 miliar pendanaan modal kerja. Nilai itu disalurkan kepada 280 ribu perempuan pengusaha mikro di 3.165 desa yang tersebar di 23 kota dan kabupaten Jawa Timur. Secara nasional, Amartha telah menyalurkan Rp 2,6 triliun kepada 532.203 pelaku UMKM di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER

Kamis , 01 Jan 1970, 07:00 WIB