Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

Friday, 4 Ramadhan 1442 / 16 April 2021

AS Realokasi Anggaran Stimulus yang Belum Terpakai

Jumat 25 Sep 2020 10:09 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Gedung kantor The Federal Reserve

Gedung kantor The Federal Reserve

Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta
Dana yang belum terpakai 380 miliardolar AS dapat digunakan untuk bantu dunia usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah dan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) mengajukan kepada Kongres untuk dapat memanfaatkan 380 miliar dolar AS dari paket bantuan virus corona yang belum terpakai. Bantuan sebesar itu akan digunakan untuk membantu rumah tangga dan dunia usaha, apabila parlemen menyetujui.

Permintaan itu disampaikan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell dalam sidang di hadapan parlemen di Capitol Hill, Kamis (24/9). Permintaan diajukan mengingat pemerintah membutuhkan izin kongres

Angka yang diajukan itu memang masih terbilang kecil dibandingkan ekspektasi para ekonom. Mereka memperhitungkan, setidaknya dibutuhkan stimulus fiskal senilai 500 miliar dolar AS sampai 1 triliun dolar AS untuk membantu pemulihan ekonomi yang lesu.

Baca Juga

Tapi, ketegangan yang meningkat antara Partai Republik dengan Demokrat telah membuat paket bantuan baru menjelang pemilu 3 November tampak semakin tidak mungkin disetujui. Oleh karena itu, The Fed bersama pemerintah meminta untuk memanfaatkan sisa anggaran yang belum digunakan.

Anggaran 380 miliar dolar AS ini merupakan bagian dari paket bantuan senilai 2,3 triliun dolar AS yang sudah disahkan Kongres pada Maret. Sisa anggaran dinilai dapat berpengaruh besar terhadap dunia usaha dan mencegah mereka yang sudah kehilangan pekerjaan dapat kehilangan rumah juga.

"Tidak akan ada biaya tambahan," kata Mnuchin, seperti dilansir Reuters, Kamis.

Mnuchin mencatat, Departemen Keuangan masih memiliki 200 miliar dolar AS yang tidak digunakan. Dana ini sebelumnya dialokasikan untuk mendukung program darurat yang diluncurkan oleh bank sentral setelah adanya wabah virus corona.

Tapi, pada realisasinya, program pinjaman The Fed jarang digunakan daripada yang diperkirakan. Hal ini karena pasar keuangan sudah kembali ke fungsi normal dalam waktu yang lebih cepat.

Secara terpisah, anggaran sekitar 130 miliar dolar AS tersisa dari Program Perlindungan Gaji. Mnuchin menjelaskan, program yang ditujukan untuk membantu bisnis kecil dalam membayar gaji para pekerjanya ini sudah kedaluwarsa.

Selain itu, sebagian besar dari 75 miliar dolar AS yang dialokasikan untuk mendukung fasilitas pinjaman sebagai jalan utama (Main Street Lending Program) The Fed masih belum digunakan.

Powell menjelaskan, sejauh ini, program tersebut telah memberikan pinjaman 2 miliar dolar AS ke perusahaan menengah dan dapat menyalurkan pinjaman hingga 30 miliar dolar AS sampai akhir tahun.

Dengan Departemen Keuangan berkomitmen 1 dolar AS untuk tiap 8 dolar AS yang dipinjamkan di bawah program, itu masih akan menyisakan 70 miliar dolar AS dari dana bantuan pemerintah. Sisa-sisa anggaran yang belum terpakai ini akan dimanfaatkan untuk membantu perekonomian. Termasuk di antaranya untuk program perlindungan gaji dalam membantu bisnis kecil hingga membantu pengangguran.

Meskipun ekonomi AS tumbuh, 11 juta orang AS tercatat tetap menganggur. Uang yang tersisa dari cek stimulus dan tunjangan pengangguran tambahan dari paket bantuan pandemi sebelumnya akan segera habis.

"Risikonya adalah, mereka akan menghabiskan uang itu pada akhirnya, dan harus mengurangi pengeluaran dan mungkin kehilangan rumah atau sewaan mereka," kata Powell.

Tanpa bantuan pemerintah lebih lanjut, Powell menambahkan, ekonomi AS akan mengalami tekanan yang lebih dalam, cepat atau lambat.

Rencana untuk melakukan relokasi anggaran yang tidak terpakai dari paket stimulus terdahulu muncul karena melihat keadaan Kongres. Mereka tetap menemui jalan buntu dalam memberikan bantuan fiskal baru pada enam minggu sebelum Election Day ini.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA