Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Bela Uighur, AS Desak Netflix Batalkan Serial Sci-fi China

Jumat 25 Sep 2020 05:53 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Christiyaningsih

Netflix

Netflix

Foto: EPA
Serial adaptasi Netflix dianggap menormalkan kejahatan pemerintah China

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Lima senator Republik Amerika Serikat (AS) mendesak Netflix untuk mempertimbangkan kembali rencana mengadaptasi trilogi buku fiksi ilmiah China menjadi serial TV. Alasannya, penulis buku dinilai telah membela perlakuan China atas Muslim Uighur.

The Three-Body Problem dan dua sekuelnya ditulis oleh penulis China Liu Cixin. Netflix mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mereka akam mengadaptasi buku-buku tersebut menjadi serial TV live action berbahasa Inggris.

Proyek tersebut dipimpin oleh dua kreator unggulan HBO D.B Weiss dan David Benioff, yang sebelumnya menggarap Game of Thrones. Adapun Liu bertindak sebagai produser konsultan pada proyek tersebut.

Dalam sebuah surat kepada Netflix, para senator menunjukkan komentar Liu ihwal tindakan keras China terhadap etnis Uighur dan Muslim lainnya di wilayah Xinjiang, ketika diwawancara oleh majalah New Yorker pada 2019.

“Jika ada, pemerintah sedang membantu perekonomian mereka dan mencoba mengangkat mereka keluar dari kemiskinan. Jika Anda ingin negara tidak tegas kepada mereka, konsekuensinya akan menakutkan," demikian kata Liu dalam wawancaranya kala itu.

Amerika Serikat dan kelompok hak asasi manusia mengkritik perlakuan China terhadap Uighur. Kementerian luar negeri China telah berulang kali membantah keberadaan kamp di Xinjiang dan menyebut fasilitas tersebut sebagai lembaga pendidikan dan kejuruan.

Dalam surat kepada Netflix, senator yang dipimpin oleh Marsha Blackburn dari Tennessee mengatakan keputusan perusahaan untuk mengadaptasi karya Liu sama dengan tindakan normalisasi dari kejahatan pemerintah China.

"Dalam menghadapi kekejaman seperti itu di (Xinjiang), tidak ada lagi keputusan perusahaan untuk berpuas diri, yang ada hanya keterlibatan," kata para senator seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/9).

Para senator meminta Netflix untuk secara serius mempertimbangkan kembali implikasi memproduksi film dari buku Liu.

Netflix belum memberikan komentarnya. Layanan streaming Netflix tersedia di lebih dari 190 negara, tetapi tidak beroperasi di China. Walt Disney baru-baru ini juga dikritik oleh anggota parlemen AS karena merekam adegan film Mulan di Xinjiang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA