Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Perusahaan di Belanda Ciptakan Peti Mati dari Jamur

Kamis 24 Sep 2020 22:57 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Peti mati (ilustrasi).

Peti mati (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Peti mati ini diisi dengan lumut untuk menstimulasi pembusukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan rintisan (start up) di Belanda menciptakan peti mati yang bisa terurai di alam. Peti tersebut dibuat bukan dari kayu, melainkan dari jamur.

Hal itu dianggap bisa mengubah tubuh jenazah yang membusuk menjadi nutrisi utama bagi tumbuhan. Perusahaan bernama Loop mengatakan peti jenazah ini terbuat dari miselium, strutur akar bawah tanah jamur, dan diisi dengan lumut untuk menstimulasi pembusukan.

"Miselium adalah pendaur ulang alami terbesar," kata Bob Hendrikx, pencipta peti jenazah itu kepada Reuters, Kamis (24/9).

Miselium mengubah racun menjadi nutrisi. "Ini digunakan di Chernobyl untuk membersihkan tanah di sana dari bencana nuklir," kata Hendrikx.
                               
Hal yang sama terjadi di areal pemakaman di mana tanahnya tercemar. Miselium sangat menyukai logam, minyak, serta plastik mikro.

Peti mati itu ditanam seperti tumbuhan dalam waktu sepekan di laboratorium perusahaan di Technical University of Delft dengan mencampurkan miselium dengan serpihan kayu dalam cetakan peti jenazah.

Setelah miselium tumbuh melalui serpihan kayu, peti mati dikeringkan dan bisa mengangkut beban hingga 200 kilogram. Setelah terkubur, peti mati yang terkena air tanah akan hancur dalam waktu 30-45 hari. Penguraian tubuh diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga tahun, bukan 10 hingga 20 tahun seperti waktu yang dibutuhkan bila mengubur jenazah dengan peti mati tradisional.

Saat ini Loop telah menjual peti mati khusus dengan harga 1.500 euro atau Rp 26 juta per unit. "Saat peti mati terkubur di tanah, Anda bahkan bisa menyiraminya, menambahkan benih, dan memutuskan pohon apa yang ingin ditanam," ujarnya.
                               




sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA