Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Protokol Kesehatan Keluarga untuk Cegah Covid-19 akan Dibuat

Kamis 24 Sep 2020 22:37 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Mencuci Tangan (ilustrasi)

Mencuci Tangan (ilustrasi)

Foto: topnews.in
Keluarga di Indonesia diminta menerapkan ketat gerakan 3 M.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19. Mereka akan membuat protokol kesehatan keluarga.

"Dalam waktu segera, KemenPPPA akan melaksanakan koordinasi dengan Satgas untuk membuat protokol kesehatan keluarga untuk mencegah infeksi Covid-19 di dalam dan di luar rumah," kata Bintang saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9).
                               
Menurut Bintang, perlu langkah tegas untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan sosial terkecil yaitu keluarga. "Harapan kami protokol kesehatan keluarga ini dapat dilakukan bila anggota keluarga terinfeksi, langkah apa yang harus dilakukan," ujar Bintang.

Untuk saat ini, agar terhindar dari penularan Covid-19 di dalam dan di luar rumah, dia meminta keluarga-keluarga di Indonesia menerapkan ketat 3M. 3M yang dimaksud yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Hindari pula kegiatan yang melibatkan kehadiran seluruh anggota keluarga besar untuk sementara.

"Di situasi pandemi ini, kita sudah diperkenalkan pertemuan daring atau virtual, salah satu contoh yang sederhana, seperti ulang tahun. Kami imbau, hindari secara offline, tapi bisa dilakukan secara daring," ujar Bintang.

Dia juga meminta pelibatan lembaga atau pemerhati perempuan salah satunya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk kampanye 3M. Kementerian PPPA memiliki wadah yaitu Forum Anak yang tersebar di 34 provinsi dan 451 kabupaten/kota.

Berkaitan dengan klaster keluarga, disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat itu adalah kunci untuk menekan persebarannya. Disiplin itu, kata Bintang, tidak hanya pada saat keluar rumah saja, tetapi juga saat berinteraksi di dalam rumah tangga.

Saat di dalam rumah sebaiknya tetap memakai masker. "Apalagi di dalam keluarga ada kelompok rentan seperti balita dan lansia," kata Bintang.

Dia yakin dengan melibatkan perempuan dalam keluarga akan menekan peningkatan klaster secara signifikan. "Semuanya mari bersatu bergandengan tangan, bekerja bersama-sama, saya yakin kekuatan perempuan akan bisa keluar dari situasi sulit ini. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia Maju," kata Bintang.




sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA