Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Berbicara Saat Khatib Jumat Dilarang, Main HP Bagaimana?

Kamis 24 Sep 2020 22:02 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Pada dasarnya beraktivitas saat khatib sholat Jumat tidak diperbolehkan. Suasana saat khutbah pada sholat Jumat.  (ilustrasi)

Pada dasarnya beraktivitas saat khatib sholat Jumat tidak diperbolehkan. Suasana saat khutbah pada sholat Jumat. (ilustrasi)

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Pada dasarnya beraktivitas saat khatib sholat Jumat tidak diperbolehkan.

REPUBLIKA.CO.ID, Ada banyak tipikal masjid di kota besar, ada yang di perkampungan, di pinggir jalan dan perkantoran. Jamaah yang suka main handphone saat khutbah justru terdapat di masjid besar dengan jamaah yang lebih terdidik.

Mereka berkilah bahwa yang dilarang kan berbicara, bukan main handphone. Apakah main handpon saat khatib sholat Jumat berkhutbah diperkenankan?

Direktur Aswaja Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, menjelaskan anjuran agar mendengarkan khutbah secara seksama terdapat dalam banyak hadits, termasuk dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim. Namun dirinya ingin menyampaikan dalam kitab hadits Shahih Ibnu Khuzaimah sebagai berikut:  

Baca Juga

ﺑﺎﺏ اﻟﺰﺟﺮ ﻋﻦ اﻟﻜﻼﻡ ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻋﻨﺪ ﺧﻄﺒﺔ اﻹﻣﺎﻡ  

Bab larangan berbicara pada Jumat saat Imam berkhutbah 

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: «ﺇﺫا ﺗﻜﻠﻤﺖ ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﻘﺪ ﻟﻐﻮﺕ ﻳﻌﻨﻲ ﻭاﻹﻣﺎﻡ ﻳﺨﻄﺐ 

Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jika kamu berbicara di hari Jumat saat Imam berkhutbah maka kamu telah berbuat sia-sia (tidak sempurna pahala sholat Jumat.)"

Kiai Ma’ruf mengakui memang yang dilarang pada hadits tersebut adalah berbicara, bukan main gawai seperti handphone karena bagaimanapun perangkat itu belum ada pada masa Rasulullah SAW. 

Kendati demikian dia menyatakan masih ada hadits lain tentang aktivitas yang dapat menghilangkan pahala sholat Jumat. Berikut haditsnya: 

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﻦ ﺗﻮﺿﺄ ﻓﺄﺣﺴﻦ اﻟﻮﺿﻮء، ﺛﻢ ﺃﺗﻰ اﻟﺠﻤﻌﺔ، ﻓﺪﻧﺎ ﻭﺃﻧﺼﺖ ﻭاﺳﺘﻤﻊ، ﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ اﻟﺠﻤﻌﺔ اﻷﺧﺮﻯ، ﻭﺯﻳﺎﺩﺓ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ، ﻭﻣﻦ ﻣﺲ اﻟﺤﺼﻰ ﻓﻘﺪ ﻟﻐﺎ»

Dari Abu Hurairah  RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa berwudhu dengan bagus, kemudian mendatangi sholat Jumat, mendekat ke khatib, diam dan mendengarkan maka diampuni baginya (dosa kecil) selama dua Jum't dan ditambah tiga hari. Barang siapa memegang kerikil maka telah sia-sia baginya." (HR Ibnu Majah)

“Main kerikil saja dapat mengurangi pahala sholat Jumat dan tidak sempurna apalagi main handphone selama khatib menyampaikan khutbah,” tutur dia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA