Kamis 24 Sep 2020 16:39 WIB

Pesantren Diminta Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19

Hingga saat ini masih banyak pesantren tidak memiliki fasilitas sanitasi memadai.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Pesantren Diminta Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19. Ilustrasi kegiatan di pesantren.
Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Pesantren Diminta Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19. Ilustrasi kegiatan di pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau seluruh pesantren yang melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka mematuhi protokol kesehatan. Sebab baru-baru ini, kata dia, terdapat 20 pesantren yang terkonfirmasi santrinya terpapar virus tersebut.

"Mayoritasnya ada di Jawa Timur (penyebaran Covid-19 di pesantren), utamanya di Banyuwangi,” kata dia dalam webinar bertajuk "Program Sekolah dan Pesantren Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru", Kamis (24/9).

Baca Juga

Meski demikian, faktor pendukung berjalannya protokol kesehatan pun diakui harus berjalan beriringan dengan sarana dan prasarana yang ada. Dalam realitanya, hingga saat ini masih banyak pesantren yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang cukup.

Misalnya, fasilitas sanitasi dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK), akses internet, hingga elektrifikasi yang belum merata. Apalagi berdasarkan catatan Kemenag, dari 29 ribu lebih pesantren yang tersebar di pelosok Tanah Air, mayoritasnya belum teraliri listrik atau tersentuh akses internet.

“Mayoritas pesantren yang terdaftar ummnya ada di desa. Jadi infrastruktur dan sarana pendukungnya memang terbatas sekali,” kata dia.

Untuk itu, terciptanya lingkungan pesantren yang terbebas Covid-19 harus dilandasi dengan proteksi kedisiplinan yang ditumbuhkan. Head Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus mengatakan berupaya menumbuhkan kesadaran PHBS di sekolah dan pesantren dengan sejumlah cara.

“Kami mencoba mempersiapkan mereka menghadapi era adaptasi kebiasaan baru sekaligus untuk menekan penularan Covid-19. Di pesantren sendiri, kami gencarkan edukasi dengan melibatkan para kiai ataun pengurus pesantren untuk bersama-sama menumbuhkan PHBS ini sebagai kebiasaan baru,” ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement