Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Siswa Madrasah Dapat Paket Data Gratis

Kamis 24 Sep 2020 15:24 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah siswa SMP belajar secara daring

Sejumlah siswa SMP belajar secara daring

Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Kemenag menggandeng lima operator telekomunikasi untuk memberikan paket data gratis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) membantu siswa madrasah dengan memberikan paket data. Kemenag menggandeng lima operator telekomunikasi untuk memberikan paket data secara cuma-cuma untuk meringankan beban siswa dan orang tua saat pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, pandemi Covid-19 mengharuskan siswa madrasah belajar dari rumah dengan PJJ. Hal ini berakibat kebutuhan kuota internet meningkat dan ini bisa membebani orang tua mereka.

"Kami telah bersinergi dengan Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Tri, dan Smartfren memberikan kartu perdana gratis kepada siswa madrasah," kata Ramdhani melalui pesan tertulis kepada Republika, Kamis (24/9).

Menurutnya, upaya lain untuk membantu madrasah di tengah pandemi terus dilakukan. Misalnya, Kemenag saat ini tengah mengusulkan anggaran untuk menunjang pelaksanaan PJJ di madrasah kepada Kementerian Keuangan.

"Kita masih upayakan, kita sedang mengajukan usulan anggaran khusus bantuan penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di madrasah," ujarnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar menambahkan, upaya meringankan beban siswa madrasah sudah dilakukan sejak masa awal pandemi. Kemenag misalnya segera mengeluarkan kebijakan yang membolehkan penggunaan dana BOS untuk menunjang kegiatan PJJ.

"Kami pada awal Juni juga sudah melakukan kerjasama dengan provider untuk memberi paket data dengan harga terjangkau bagi siswa dan guru madrasah," ujarnya.

Untuk kerjasama kali ini, lanjut Umar, paket data diberikan secara gratis dalam bentuk kartu perdana. Adapun besaran kuotanya, berbeda-beda sesuai kesepakatan kerjasama yang ditandatangani dua belah pihak.

XL Axiata misalnya, menurut Feby Sallyanto yang mewakili perusahaan, pihaknya akan menyalurkan bantuan berupa kartu SIM gratis kepada para pelajar madrasah dengan kuota 30 GB. Kartu tersebut bisa mereka manfaatkan selama dua bulan.

"Mekanisme penyaluran bantuan akan dilakukan dengan cara pendistribusian kartu SIM kepada madrasah di seluruh Indonesia," ujar Feby.

Layanan yang sama akan diberikan PT Indosat. Perusahaan ini memberikan paket kartu perdana gratis yang didalamnya sudah ada paket internet 30 GB. "Paket tersebut bisa digunakan siswa madrasah di seluruh Indonesia, kapan dan dimana saja untuk mengakses situs, portal, serta IP yang ada hubungannya dengan pembelajaran," ujar SVP Head of Regional and SME Fully Humaeroh.

Smartfren juga telah meluncurkan promo gratis kuota 30 GB yang dapat digunakan pelanggan untuk mengakses ruang guru  tanpa biaya. Smartfren juga telah membagikan MiFi dan kartu perdana gratis guna mendukung kegiatan belajar mengajar.
 
"Semoga melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, Smartfren dapat membantu terlaksananya kegiatan belajar jarak jauh sekaligus menjaga semangat para siswa dan tenaga pengajar di seluruh Indonesia untuk menggapai berbagai peluang baru," ujar Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys.

Tri Indonesia juga siap mendukung program pembelajaran jarak jauh. Provider ini akan memberikan 10.000 kartu dengan total kuota 27 GB, terdiri atas 7 GB kuota internet reguler di semua jaringan, 20 GB untuk aplikasi pendidikan. "Semoga melalui kerjasama dengan Kementerian Agama, Tri Indonesia dapat membantu terlaksananya kegiatan belajar jarak jauh untuk para guru dan siswa," kata Wakil Presiden Direktur PT Hutchison 3 Indonesia Muhammad Buldansyah.

Sementara Telkomsel, akan menyediakan kartu perdana dengan kuota data 10 GB dari paket MBJJ (Merdeka Belajar Jarak Jauh) senilai Rp 10, dan dilengkapi paket renewal dengan kuota 11 GB senilai Rp 5.000. Telkomsel akan melakukan distribusi kartu perdana khusus tersebut kepada institusi madrasah yang telah mendaftarkan diri di sistem pendataan online Kementerian Agama.

"Telkomsel merasa senang dapat kembali menjalin kolaborasi bersama Kementerian Agama sehingga bisa terus bergerak maju bersama mendampingi institusi pendidikan tingkat madrasah di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran jarak jauh secara efektif dan efisien," kata PoH Direktur Sales Andri Wibawanto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA