Monday, 2 Rabiul Awwal 1442 / 19 October 2020

Monday, 2 Rabiul Awwal 1442 / 19 October 2020

Ahli Sebut Michael Schumacher tak Bisa Pulih Sepenuhnya

Kamis 24 Sep 2020 14:40 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Ucapan dukungan untuk Schumacher.

Ucapan dukungan untuk Schumacher.

Foto: Reuters/Ina Fassbender
Schumacher ada dalam kondisi vegetatif.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Legenda Formula 1, Michael Schumacher diperkirakan berada dalam keadaan vegetatif atau gangguan fungsi otak kronis. Menurut ahli bedah saraf terkemuka, Erich Riederer, Schumacher kemungkinan kecil untuk pulih sepenuhnya.

Dilansir dari laman Independent, juara dunia F1 tujuh kali itu sedang berlibur di Pegunungan Alpen dan terkena kecelakaan ski yang paraha pada 2013 lalu. Akibatnya, Schumacher mengalami cedera otak yang parah. Tujuh tahun kemudian, dia belum terlihat di publik dan hanya sedikit gambaran soal kondisinya sat ini.

Dalam wawancara sebuah film dokumenter di salah satu stasiun televisi Prancis, Rieder memaparkan kondisi Schumacer dari mata ahli. Menurutnya, sang juara dunia tujuh kali ini dalam keadaan vegetatif, yang berarti bangun tapi tidak merespons.

"Dia bernapas, jantungnya berdebar, dia mungkin bisa duduk dan membuat langkah kecil dengan bantuan, tapi tidak lebih. Saya pikir itu yang maksimal untuknya. Apakah ada kemungkinan untuk melihatnya seperti dia sebelum kecelakaan? Saya rasa tidak," kata Riederer.

Tidak pasti apakah Riederer pernah mengunjungi Schumacher langsung atau hanya informasi sebagai seorang ahli. Namun di luar pendapat Riederer, mantan manajer Schumacher, Jean Todt menyebut dia masih berjuang untuk menjadi lebih baik di bawah pengawasan keluarga.

"Saya melihat Michael pekan lalu, dia sedang berjuang. Ya Tuhan, kami tahu dia mengalami kecelakaan ski yang parah dan malang yang menyebabkan dia banyak masalah," kata Todt.

Todt bersyukur ada keluarga yang selalu ada untuk Schumacher. Ada istri yang berada didekatnya dan Todt berharap bisa membantu Schumacher.

"Yang bisa saya lakukan hanyalah berada dekat dengan mereka sampai saya bisa melakukan sesuatu, saya akan melakukannya," tegas Todt.

Setelah kecelakaan parah itu, Schumacher menjalani pembedahan dua intervensi hingga akhirnya koma selama enam bulan. Dia pun menjalani induksi secara medis karena cedera otak traumatisnya.

Schumacher jatuh dan kepalanya terbentur batu. Dokter menduga Schumacher tidak menggunakan helm sehingga cedera kepala berakibat fatal. 

Setelah 254 hari id rumah sakit, Schumacher pulang ke rumahnya di Jenewa, Swiss dan mendapat perawatan. Laporan pun menyebut Schumacher menjalani operasi pada September lalu untuk menghidupkan kembali sistem syarafnya di  Paris. Namun tidak pasti apakah pembedahan itu akan dilanjutkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA