Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Orang Kaya Diimbau Perbanyak Zakat dan Sedekah Saat Pandemi

Kamis 24 Sep 2020 11:43 WIB

Rep: umar mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Orang Kaya Diimbau Perbanyak Zakat dan Sedekah Saat Pandemi. Pengunjung melihat sejumlah produk UMKM.

Orang Kaya Diimbau Perbanyak Zakat dan Sedekah Saat Pandemi. Pengunjung melihat sejumlah produk UMKM.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Zakat dan sedekah terutama diperbanyak untuk mustahik di sekitar tempat tinggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Anwar Abbas, mengimbau orang-orang kaya menunaikan dan memperbanyak zakat, infak, dan sedekah terutama bagi para mustahik di sekitar tempat tinggalnya. Dengan demikian, daya beli masyarakat lapis bawah akan meningkat.

"Terutama yang ada di sekitar tempat tinggal muzakki, sehingga kerawanan sosial bisa diatasi," kata Anwar menyampaikan salah satu dari delapan solusi atas kemungkinan resesi yang terjadi, melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (24/9).

Solusi berikutnya, yaitu pemerintah memberikan dukungan penuh kepada dunia usaha terutama kepada UMKM. Agar mereka tetap dapat berusaha dan memenuhi permintaan pasar atau masyarakat dengan cara yang benar-benar terjamin keamanan dan higienitasnya.

Baca Juga

Poin selanjutnya, Anwar mengimbau seluruh warga mencintai dan membeli produk dalam negeri. Karena ini sama saja dengan membantu masyarakat dan karya anak bangsa sendiri.

Keempat, persatuan dan kesatuan di antara warga bangsa dan pemerintah jelas sangat diperlukan dalam menghadapi Covid-19. Covid-19 telah menyebabkan negeri ini dan banyak negara di dunia mengalami krisis.

"Kita harus usahakan dengan sekuat tenaga agar penyebaran virus ini bisa berhenti atau menurun secara signifikan agar masyarakat tidak lagi takut keluar rumah dan bisa bekerja dengan baik dan tenang dengan rasa aman yang tinggi," katanya.

Kelima, tingkatkan rasa persatuan dan kesatuan agar tercipta stabilitas nasional yang tinggi sehingga para investor tidak ragu berinvestasi di negeri ini. Keenam, masyarakat lapis menengah dan atas diimbau tidak menahan dirinya secara ketat untuk berbelanja.

"Karena hal itu jelas akan sangat berdampak pada meningkatnya jumlah uang beredar dan permintaan dalam skala nasional secara agregat sehingga kurva supply and demand akan bisa bergerak secara dinamis, sehingga bisa mendorong meningkatnya kembali produk domestik bruto yang tentu jelas sangat-sangat kita harapkan," ujarnya.

Ketujuh, pemerintah hendaknya tetap masih bisa memberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat lapis bawah agar ekonomi lapis bawah tetap bisa menggeliat. Anwar berharap pemerintah akan tetap dapat meningkatkan belanjanya terutama untuk hal-hal yang benar-benar berdampak terhadap meningkatnya jumlah uang beredar di masyarakat.

"Sehingga diharapkan multiplier effect akan besar terhadap kehidupan ekonomi nasional secara keseluruhan," ujarnya.

Anwar juga menjelaskan, bila mendengar penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, maka Indonesia sudah bisa disimpulkan dan dipastikan akan memasuki resesi ekonomi. Sebab selama dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi masih minus.

"Karena itu, yang lebih penting dibicarakan oleh bangsa ini sekarang bukanlah tentang resesi tersebut tetapi bagaimana kita bisa secepatnya keluar dari keadaan yang tidak kita inginkan ini. Untuk itu ke depan kita harus bisa bekerja lebih keras lagi agar negeri ini bisa keluar dari masalahnya dengan melakukan langkah-langkah perbaikan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama keadaan ekonomi sudah bisa pulih," katanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA