Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Polisi Hong Kong Selidiki Penemuan Jenazah Bayi

Kamis 24 Sep 2020 02:15 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Christiyaningsih

Ilustrasi kaki bayi.

Ilustrasi kaki bayi.

Foto: Pixabay
Menurut laporan, bayi tersebut ditemukan dalam kondisi ada sepotong kain di mulutnya

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG —  Tubuh bayi yang baru lahir ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di samping sebuah tempat sampah di Hong Kong pada Rabu (23/9). Hal ini membuat kepolisian di kota administratif China tersebut tengah melakukan penyelidikan atas dugaan tindak kriminal.

Menurut laporan, bayi tersebut ditemukan dalam kondisi ada sepotong kain di mulutnya. Layanan darurat dipanggil ke tempat kejadian, tepatnya di daerah Tin Shui Wai sekitar pukul 04.15 waktu setempat, setelah seorang pria menemukan jenazah.

Dalam keterangan yang diberikan, jenazah bayi ditemukan dalam tas daur ulang berwarna biru di luar Yau Jong House di Tin Yau Court, di luar Jalan Tin Shing. Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, yang masih memiliki tali pusar, diyakini benar-benar dilahirkan tak lama sebelum ditemukan.

“Bayi perempuan dengan tali pusar masih terpasang ditemukan dalam keadaan tidak sadar tanpa denyut nadi,” ujar sumber kepolisian Hong Kong dilansir Asia One, Rabu (23/9).

Tidak ada luka yang ditemukan di tubuh bayi tersebut. Pemeriksaan awal oleh ahli patologi di tempat kejadian gagal untuk memastikan apakah bayi meninggal karena lemas atau memang terlahir dalam keadaan telah tidak bernyawa.

Autopsi akan dilakukan untuk menentukan penyebab kematian bayi. Petugas kepolisian juga sedang memeriksa rekaman kamera pengawas di daerah tempat kejadian.

Sekitar pukul 06.30 waktu setempat polisi juga telah mengerahkan seekor anjing pelacak untuk mencari barang bukti di lokasi kejadian. Tidak ada penangkapan yang dilakukan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA