Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Pengadilan Swiss Disebut Kejar Presiden PSG

Rabu 23 Sep 2020 19:32 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaïfi

Presiden PSG, Nasser Al-Khelaïfi

Foto: EPA/Sebastien Nogier
Hukuman 28 bulan penjara menanti.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Kejaksaan Swiss memanggil Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi dan mantan anggota FIFA Jerome Valcke. Keduanya terancam ditahan atas dugaan korupsi alokasi hak siar TV Piala Dunia. Jaksa msminta Al-Khelaifi ditahan selama 28 bulan, sebagai presiden beIN Media. 

Sementara Valcke, terancam hukuman tiga tahun. Dikutip Al Arabiya, Rabu (23/9), ini pertama kalinya perintah penahanan dilakukan oleh pengadilan Eropa, terkait dengan berbagai skandal di dunia sepak bola. Perintah ini merupakan putusan pertama yang diambil di Swiss, negara yang jadi kantor organisasi olahraga internasional paling banyak.

The Swiss Federal Criminal Court of Bellinzona, mendakwa Valcke pada hukuman kedua yang berhubungan dengan uang, untuk apa yang disebut Jaksa Federal Joel Pahud sebagai gaya hidup 'boros'. Masih menurut sumber tersebut, adapun Al-Khelaifi masuk dalam hukuman pertama. Jaksa menyebut Valcke minta pengusaha Qatar itu untuk membeli villa mewah di Sardinia pada musim panas 2003.

Saat itu, beIN, sedang bernegosiasi untuk menambahkan hak siar di Afrika Utara dan Timur Tengah untuk Piala Dunia 2026 dan 2030. Jaksa menyebut al-Khelaifi membeli rumah senilai 5 juta euro, melalui perusahaan yang ditransfer lewat kolaboriasi dengan saudara kandung terdekatnya, sebelum diberikan ke Valcke. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA