Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Yordania: Solusi Dua Negara Satu-satunya Menuju Perdamaian

Kamis 24 Sep 2020 02:09 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Seorang wanita mengenakan masker saat melakukan protes terhadap perjanjian normalisasi Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan Israel, di depan kantor Koordinator Khusus PBB untuk Kantor Proses Perdamaian Timur Tengah di Kota Gaza, Selasa, 15 September 2020 Israel akan menandatangani perjanjian dengan UEA dan Bahrain di Gedung Putih pada hari Selasa.

Seorang wanita mengenakan masker saat melakukan protes terhadap perjanjian normalisasi Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan Israel, di depan kantor Koordinator Khusus PBB untuk Kantor Proses Perdamaian Timur Tengah di Kota Gaza, Selasa, 15 September 2020 Israel akan menandatangani perjanjian dengan UEA dan Bahrain di Gedung Putih pada hari Selasa.

Foto: AP/Adel Hana
Raja Yordania Abdullah II mengatakan solusi dua negara satu-satunya jalan damai

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN - Raja Yordania Abdullah II pada Selasa mengatakan solusi dua negara menjadi cara satu-satunya untuk menghentikan konflik antara Palestina dan Israel.

"Konflik Palestina-Israel merupakan konflik satu-satunya yang dimulai dengan pembentukan PBB dan masih diperparah hingga saat ini," kata Abdullah selama sidang virtual Majelis Umum ke-75 PBB.

"Satu-satunya cara menuju perdamaian yang adil dan abadi harus menghasilkan pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka, yang layak huni dan berdasarkan pada batas 4 Juli 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dan hidup secara aman serta damai berdampingan dengan Israel," katanya.

Raja Yordania juga menyebutkan konflik antarkeduanya tidak akan berakhir tanpa mempertahankan Yerusalem sebagai kota perdamaian bagi seluruh umat manusia. Rapat Majelis Umum ke-75 PBB berlangsung pada 15 - 29 September.

sumber : Anadolu Agency
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA