Rabu 23 Sep 2020 15:54 WIB

Verifikasi Hotel di Yogyakarta Terus Berlanjut

Total yang terverifikasi sebanyak 29 hotel dan resto.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih
Warga mengisi hari libur di Sungai Opak, kawasan ekowisata Sriharjo, Bantul, Yogyakarta, Ahad (13/9). Kawasan wisata yang dikelola oleh masyarakat ini memanfaatkan potensi alam perdesaan yang masih natural. Sungai Opak yang jernih dan tidak terlalu dalam, serta lansekap pegunungan menjadi daya tarik alternatif wisata yang murah di Yogyakarta.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Warga mengisi hari libur di Sungai Opak, kawasan ekowisata Sriharjo, Bantul, Yogyakarta, Ahad (13/9). Kawasan wisata yang dikelola oleh masyarakat ini memanfaatkan potensi alam perdesaan yang masih natural. Sungai Opak yang jernih dan tidak terlalu dalam, serta lansekap pegunungan menjadi daya tarik alternatif wisata yang murah di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta masih terus melakukan verifikasi terhadap hotel dan resto yang beroperasi di tengah pandemi Covid-19. Verifikasi dilakukan terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Pada Selasa (22/9) kemarin ada 10 hotel yang sudah diverifikasi. Namun, sebelumnya juga sudah ada 19 hotel dan resto yang diverifikasi.

Baca Juga

Total yang terverifikasi sebanyak 29 hotel dan resto. Hotel dan resto yang sudah terverifikasi mendapatkan surat keterangan hasil verifikasi dan pemasangan stiker dari Pemkot Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, verifikasi yang dilakukan sebagai bukti bahwa Kota Yogyakarta aman dikunjungi di tengah pandemi. Dengan begitu diharapkan perekonomian dapat terus bergerak dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

"Verifikasi ini merupakan kesepakatan kita bersama. Sejak awal yang harus kita promosikan atau kita jual untuk membangkitkan roda perekonomian adalah citra bahwa Yogya aman, Yogya nyaman di semua bidang," kata Heroe.

Kepala Bidang Pengembangan dan Pameran Pariwisata, Dispar Kota Yogyakarta, Yurnelis Piliang mengatakan, verifikasi dilakukan sebagai upaya untuk membina pelaku usaha di bidang pariwisata. Selain itu, juga dalam rangka memberikan jaminan dan rasa aman kepada wisatawan dan masyarakat luas.

Setidaknya sudah ada 66 hotel dan resto di Kota Yogyakarta yang mengajukan proses verifikasi. "Upaya untuk terus membangun kepercayaan masyarakat (terhadap pariwisata Kota Yogyakarta), dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan dilakukan verifikasi pada usaha pariwisata," katanya.

 

Melalui verifikasi ini diharapkan roda perekonomian di Kota Yogyakarta kembali bergerak, terutama di bidang pariwisata. Sebab, sebagian besar perekonomian di Kota Yogyakarta ditopang oleh pariwisatanya.

"Yang kita harapkan roda ekonomi di sektor usaha pariwisata bergerak lagi, para karyawan hotel, restoran dan pelaku wisata lainnya mendapat penghasilan," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata DIY sebelumnya meminta kabupaten/kota se-DIY untuk menunda proses verifikasi terhadap destinasi wisata. Hal ini dilakukan mengingat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih melonjak di DIY.

Bahkan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sendiri sudah ditemukan di kawasan wisata. Salah satunya di Malioboro, Yogyakarta.

Ia menyebut, sudah ada 90 destinasi wisata yang diverifikasi sejak diterapkannya uji coba operasional pariwisata secara terbatas dan bertahap. Pihaknya pun tidak meminta kab/kota untuk menutup destinasi wisata yang sudah terverifikasi.

"Penundaan verifikasi artinya belum dilakukan uji coba operasional terbatas. Untuk yang sudah diverifikasi biarkan berjalan, tapi diiringi dengan monitoring dan evaluasi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement