Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Kilang Polypropylene Pertamina Hasilkan Bahan Baku Plastik

Rabu 23 Sep 2020 15:14 WIB

Red: Hiru Muhammad

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit III Plaju memiliki salah satu produk unggulan yakni  polypropylene. Produk sebagai bahan baku plastik kemasan, tersebut untuk memasok kebutuhan bahan baku industri plastik kemasan untuk makanan dan minuman di dalam negeri.

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit III Plaju memiliki salah satu produk unggulan yakni polypropylene. Produk sebagai bahan baku plastik kemasan, tersebut untuk memasok kebutuhan bahan baku industri plastik kemasan untuk makanan dan minuman di dalam negeri.

Foto: istimewa
Kilang imi mampu menghasilkan biji plastik dengan kualitas yang baik

REPUBLIKA.CO.ID, PLAJU--PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit III Plaju memiliki salah satu produk unggulan yakni  polypropylene. Produk sebagai bahan baku plastik kemasan, tersebut untuk memasok kebutuhan bahan baku industri plastik kemasan untuk makanan dan minuman di dalam negeri.

Kilang Polypropylene Plaju adalah satu-satunya kilang penghasil biji plastik yang dimiliki Pertamina saat ini. Dibangun pada tahun 1993, menghasilkan biji plastik dengan kualitas yang baik serta memiliki warna yang lebih jernih.

"Rata-rata produksi harian Refinery Unit (RU) III Plaju saat ini adalah 140 Ton atau 45.000 Ton/tahun.  Pada 2020 ini mentargetkan untuk memproduksi Polytam High Grade (Polypropylene berkualitas tinggi)," ungkap Dewi Sri Utami selaku Region Manager Comm, Rel & CSR Sumbagsel.

Untuk meningkatkan  kualitas dan kapabilitas operator, pada tahun 2018 Pertamina RU III telah membangun Operator Training Simulator (OTS) Polypropylene (PP), yang beroperasi setahun kemudian.

Saat ini, OTS sudah secara periodik digunakan untuk sertifikasi operator dan panelman di unit Polypropylene. Diharapkan, dengan program pelatihan dan sertifikasi OTS ini, proses transfer knowledge akan lebih cepat dan efektif. Untuk saat ini, pasar polytam masih domestik mengingat permintaan biji plastik dalam negeri masih sangat tinggi dan belum dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, antara lain untuk industri food packaging  dan warehousing.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA