Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Pemprov Jabar Tingkatkan Rasio Swab Test PCR

Rabu 23 Sep 2020 14:20 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Petugas mengambil sampel usap dari saluran pernapasan, saat dilakukan swab test Covid-19 kepada pegawai dan wartawan di lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat, di GOR Saparua, Kota Bandung, Kamis (10/9). Kasus konfirmasi positif Covid-19 kembali meningkat, kegiatan tersebut sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan Covid-19.

Petugas mengambil sampel usap dari saluran pernapasan, saat dilakukan swab test Covid-19 kepada pegawai dan wartawan di lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat, di GOR Saparua, Kota Bandung, Kamis (10/9). Kasus konfirmasi positif Covid-19 kembali meningkat, kegiatan tersebut sebagai bentuk antisipasi pencegahan penularan Covid-19.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Pemprov Jabar menggratiskan swab test bagi masyarakat sejak awal pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) intensif meningkatkan rasio pengetesan metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR).  Merujuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jabar harus mengetes dengan metode PCR sebanyak 500.000 spesimen atau satu persen dari jumlah penduduk. 

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Data Covid-19 Jabar (Pikobar) pada Senin (21/9), Jabar sudah mengetes dengan metode PCR sebanyak 354.987 spesimen. Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berli Hamdani, dari 27 kabupaten/kota di Jabar, baru Kota Cimahi dan Kota Bekasi yang sudah mengetes satu persen dari jumlah penduduk.

Sementara Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, dan Kabupaten Bekasi, sudah mengetes dengan metode PCR lebih dari 0,5 persen jumlah penduduk. "Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan PCR di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jabar maupun laboratorium jejaring," ujar Berli, Rabu (23/9).

Hingga kini terdapat 28 laboratorium jejaring yang tersebar di sejumlah daerah di Jabar. Penguatan kesiapan laboratorium dilakukan supaya pengetesan dan pelacakan berjalan optimal. 

Selain itu, Pemprov Jabar sudah mendistribusikan perlengkapan tes PCR kepada 27 kabupaten/kota. Jumlah perlengkapan yang didistribusikan setiap daerah berbeda-beda tergantung populasi. "Kami juga sudah mendistribusikan 27 PCR Portable. Itu semua kami lakukan untuk mendorong semua daerah di Jawa Barat mengetes 1 persen dari jumlah penduduk," katanya. 

Berli mengatakan, Pemda Provinsi Jabar menggratiskan swab test bagi masyarakat sejak awal pandemi Covid-19.  "Labkes Jabar melayani swab test gratis sejak awal pandemi. Hal itu berlaku juga di laboratorium jejaring," katanya. 

Swab test sendiri diprioritaskan bagi masyarakat dengan profesi interaksi tinggi dengan publik, rawan terinfeksi, dan memiliki gejala Covid-19. Jika masuk ke salah satu kategori, kata Berli, masyarakat dapat mendaftarkan diri untuk melakukan swab test melalui Pikobar. Setelah mendaftar, Dinkes Jabar akan memverifikasi dan memvalidasi. "Langsung akses dan daftar di Pikobar dengan mencantumkan alasan kenapa merasa perlu swab test," kata Berli seraya mengatakan nanti kalau sudah sesuai filter, secara sistem akan diberikan waktu dan tempat pelaksanaan swab test. N Arie Lukihardianti

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA