Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Penuhi Permintaan Jokowi, Prabowo akan Tanam Singkong

Rabu 23 Sep 2020 13:32 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Nidia Zuraya

Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo dalam sebuah kesempatan bersama beberapa waktu lalu.

Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo dalam sebuah kesempatan bersama beberapa waktu lalu.

Foto: BPMI
Prabowo menyatakan siap mendukung program food estate.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk mengembangkan food estate atau lumbung pangan baru di Kalimantan Tengah. Prabowo pun mengaku siap untuk mendukung program pemerintah ini dengan menanam singkong sebanyak 30 ribu pada 2021 nanti.

“Saya hanya jelaskan sedikit tentang rencana ke depan singkong. Ya kita mulai di Kalimantan Tengah kita akan mulai 2021, (sebanyak) 30 ribu dan selanjutnya sampai 2025 meningkat terus pasaran kita akhir adalah sampai 1,4 juta di akhir 2025,” ujar Prabowo saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/9).

Prabowo mengatakan, tanaman singkong tersebut akan dibudidayakan dan kemudian dijadikan sebagai bahan utama kebutuhan pangan. Singkong, kata dia, akan diolah menjadi tepung tapioka dan tepung mocaf.

“Dengan singkong kita akan jadikan tapioka, mocaf, yaitu tepung yang bisa menjadi bahan utama daripada kebutuhan pangan. Kita mem-backup, yaitu bahan pangan untuk roti, nasi dari singkong, dan juga mi,” lanjutnya.

Sebagai konsumen mi terbesar kedua di dunia, lanjutnya, Prabowo ingin menjamin Indonesia tak lagi ketergantungan bahan dari luar negeri. Ia pun optimistis proyek food estate ini dapat berjalan dengan baik.

Prabowo menjelaskan, proyek food estate ini dikerjakan untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19.

“Ini digarisbawahi oleh Presiden untuk menjamin bahwa negara kita akan bisa dengan tenang menghadapi apa pun kemungkinan berhubungan dengan peringatan sudah beberapa kali oleh FAO, PBB tentang kemungkinan akan ada kelangkaan pangan atau krisis pangan dunia,” jelasnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, Kementerian Pertahanan hanya bertugas untuk mem-back up dan mendukung kementerian lainnya dalam menjalankan proyek food estate ini. Menurutnya, Kementerian Pertanian-lah yang berperan utama dalam membangun cadangan pangan ini.  

“Saya diberi tugas tanggal 9 Juli untuk juga ikut mem-back up mendukung menteri-menteri yang lain yang berkaitan dengan pertanian, tentunya yang paling utama adalah Menteri Pertanian tugas pokok beliau, kita hanya membackup sebagai cadangan,” ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA