Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Jurnalis AS yang Pernah Buat Film PKI Tewas di Istanbul

Rabu 23 Sep 2020 12:38 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Andre Vitchek

Andre Vitchek

Foto: Twitter
Polisi mencatat kematiannya sebagai hal yang mencurigakan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Jurnalis investigasi dan sutradara film dokumenter Amerika Serikat (AS) Andre Vltchek meninggal dunia di Istanbul, Turki. Ia ditemukan tewas di mobilnya di Karaköy.

Bersama istrinya Indira Vltchek, jurnalis kelahiran Rusia tersebut menyewa mobil untuk datang ke Istanbul dari provinsi Samsun. Seperti dilansir dari media Turki, Hurriyet Daily News, Rabu (23/9) dua orang sopir menemani mereka dalam perjalanan itu.

Ketika pasangan tersebut tiba di sebuah hotel pada 05.30 pagi waktu setempat, Indira berusaha membangunkan suaminya. Tapi Andre Vltchek tidak merespons. Indira dan para sopir pun memanggil unit layanan darurat.

Petugas medis yang datang ke lokasi kejadian mengumumkan kematian Andre Vltchek. Polisi menutup lokasi kejadian tempat insiden ini bermula. Sementara tim penyelidik melakukan pencarian di wilayah sekitar.

Kantor Kejaksaan Istanbul segera meluncurkan penyelidikan atas kematiannya. Sementara jenazah Andre Vltchek dibawa ke institusi forensik untuk diperiksa.

Polisi mencatat kematiannya sebagai hal yang mencurigakan. Mobilnya sudah diderek ke tempat parkir kantor polisi. Istri dan dua supir diperkirakan akan memberikan kesaksian mereka.

Andre Vltchek jurnalis AS yang banyak meliput, menulis dan membuat film dokumenter tentang Indonesia. Pada  2004 lalu ia membuat film tentang pembantaian simpatisan PKI tahun 1965 yang berjudul Terlena – Breaking of The Nation.

Ia juga menerbitkan buku Indonesia, Archipelago of Fear pada tahun 2012  dan Exile: Conversations with Pramoedya Ananta pada tahun 2006. Tidak hanya Indonesia, Andre Vltchek juga melakukan liputan di Peru, Kashmir, Meksiko, Bosnia, Sri Lanka, Kongo, India, Afrika Selatan, Timor Leste, dan Turki.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA