Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Ditutup, Pendaftar UMS Capai 20.919 orang

Rabu 23 Sep 2020 12:14 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda

Universitas Muhammadiyah Surakarta menutup pendaftaran murid baru yang mencapai  20.919.

Universitas Muhammadiyah Surakarta menutup pendaftaran murid baru yang mencapai 20.919.

Foto: Republika/Binti Sholikah
Jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibandingkan 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (PMB-UMS) telah menutup pendaftaran sejak 19 September 2020. Jumlah pendaftar mencapai 20.919 orang.
 
"Pendaftar program S1 dan profesi sebanyak 20.737 orang dan sisanya pendaftar program Pascasarjana," kata Ketua Panitia PMB UMS, Triyono seperti tertulis dalam siaran pers, Selasa (22/9).

Triyono menjelaskan mahasiswa yang sudah melakukan registrasi sebanyak 8.608 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, mahasiswa program S1 yang telah teregistrasi ada 8.438 mahasiswa. Jadwal registrasi maksimal pada 23 September 2020.

Triyono menyebut, meskipun di tengah pandemi Covid-19, jumlah pendaftar UMS meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibandingkan 2019 jumlah pendaftar hanya 17.800 orang," ungkapnya.

Proses Pendaftaran Mahasiswa Baru tahun 2020 sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dari awal pembukaan pendaftaran pada 2 Desember 2019, sampai bulan Maret, pendaftar dilakukan dengan model unggulan UMS, yakni One Day Service (ODS).

Setelah dilanda pandemi Covid-19, panitia mengubah model pendaftaran melalui jalur e-Seleksi. "Untuk mempertahankan kualitas, penjaringan mahasiswa baru jalur E-Seleksi. Kami melakukan penilaian dari empat aspek, yaitu nilai rata-rata rapor, akreditasi sekolah, ketepatan prodi yang dipilih dan portofolio calon mahasiswa," pungkas Triyono.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA