Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Hafidz yang Dibanggakan Rasulullah

Rabu 23 Sep 2020 10:43 WIB

Red: Esthi Maharani

Alquran

Alquran

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Abdullah bin Qais bin Sulaim dianugerahi suara yang merdu oleh Alah Swt

REPUBLIKA.CO.ID, Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais bin Sulaim. Ia merupakan salah seorang sahabat Rasulullah Saw yang hafal Alquran. Selain itu, ia mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap kitab suci Alquran.

Dikutip dari buku Kisah-Kisah Ajaib Para Penghafal Alquran karya Wiwi Alawiyah Wahid dan Siti Aisyah, disebutkan sahabat bergelar Abu Musa al-Asy'ari ini meninggalkan negeri dan kampung halamannya, Yaman, menuju Makkah, segera setelah mendengar munculnya seorang rasul di sana yang menyerukan tauhid. Abu Musa sudah mendengar cerita-cerita tentang Rasulullah Saw dan menyatakan kekagumannya. Ia pun berangkat ke Makkah dan berniat menjadi murid Rasulullah Saw.

Di Makkah, waktunya dihabiskan untuk duduk di hadapan Rasulullah Saw untuk menerima petunjuk dan keimanan dari Beliau. Di sanalah, Abu Musa mulai menghafalkan Alquran.

Abu Musa dianugerahi suara yang merdu oleh Alah Swt. Suara merdunya ini mampu menembus tirai hati orang-orang mukmin dan melenakannya. Siapa pun yang mendengar suara Abu Musa, ia akan tergerak hatinya untuk mengikuti sesuatu yang diucapkan. Bahkan, Rasulullah Saw pernah memuji suaranya yang merdu itu. Beliau katakan, "Ia (Abu Musa) benar-benar telah diberi seruling Nabi Daud".

Kemahirannya mengumandangkan Alquran dengan suara yang sangat indah dan bacaan yang sempurna membuat banyak sahabat menanti-nanti kedatangan Abu Musa untuk menjadi imam setiap kesempatan sholat. Ketika memimpin sholat, ia selalu melafalkan bacaan-bacaan indah yang membuat batin jamaahnya tenang, serta sholat mereka pn mejadi khusyuk.

Abu Musa telah mempelajari Alquran langsung dari Rasulullah Saw. Ia kerap datang kepada Rasulullah Saw dan belajar Alquran dengan serius. Ia mulai menghafal sejak menyatakan keislamannya pertama kali. Rasulullah Saw yang mengetahui potensi bancaan Abu Musa yang sempurna itu amat senang membimbingnya. Abu Musa sangat cerdas. Hafalan Alqurannya kuat dan cepat.

Inilah yang kemudian membuat Rasulullah Saw sangat bangga padanya dan kerap memintanya untuk menjadi imam atau membimbing sahabat lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA