Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Penyaluran Anggaran Banpres Produktif Capai Rp 14 Triliun

Rabu 23 Sep 2020 10:12 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Pekerja menyelesaikan produksi kerupuk di salah satu rumah produksi kerupuk di Kampung Babakan Hurip, Desa Cipadung, Kabupaten Sumedang, Selasa (8/9). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp2,4 juta yang diberikan ke pengusaha mikro, rencananya akan terus diperpanjang hingga tahun 2021. Foto: Abdan Syakura/Republika

Pekerja menyelesaikan produksi kerupuk di salah satu rumah produksi kerupuk di Kampung Babakan Hurip, Desa Cipadung, Kabupaten Sumedang, Selasa (8/9). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, Bantuan Presiden (Banpres) Produktif atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp2,4 juta yang diberikan ke pengusaha mikro, rencananya akan terus diperpanjang hingga tahun 2021. Foto: Abdan Syakura/Republika

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Hingga 21 September sebanyak 5,9 juta pelaku UMKM sudah menerima Banpres Produktif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM mencatat Bantuan Presiden (Banpres) Produktif telah tersalurkan kepada 5,9 juta penerima hingga 21 September 2020. Adapun anggaran yang terserap sebesar Rp 14 triliun dari pagu anggaran Rp 22 triliun.

Staf Khusus Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Riza Damanik mengatakan pihaknya menargetkan pada 30 September 2020 bisa merealisasikan kepada 1,4 juta penerima dengan nilai Rp 3,5 triliun.

“Insya Allah besok akan tersalur kepada 1,7 penerima dengan nilai Rp 4,2 triliun ini kalau terserap besok maka sudah tersalurkan sebesar 72,85 persen," ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/9).

Menurutnya secara keseluruhan target presiden menyalurkan Banpres kepada 9,1 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro dapat tercapai pada akhir September 2020.

“Akhir 30 September target kami sisanya 1,4 juta penerima lagi dengan nilai Rp 3,5 triliun untuk kita distribusikan pada tahap awal banpres produktif yaitu target awal 9,1 juta penerima, setelah September kami akan konsentrasi untuk selanjutnya untuk 12 juta penerima program yang sama," ucapnya.

Menurutnya program Banpres produktif bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro sebesar Rp 2,4 juta cukup sukses penyalurannya. Sebab, tujuannya untuk membantu pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang unbankable agar bisa bankable, sehingga pelaku usaha yang unbankable tersebut bisa mendapatkan akses pembiayaan dengan mudah.

"Diharapkan satu sisi itu bisa membuat UMKM kita bertahan tapi saat yang sama ini bisa menjadi bekal dari usaha mikro kita untuk bisa bertransformasi nantinya. Insya Allah masuk ke skema bankabel, sehingga bisa lebih kokoh," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA