Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Pengacara Sangkal Meghan Bantu Pasok Konten Finding Freedom

Selasa 22 Sep 2020 22:07 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Patung lilin Pangeran Harry dan Meghan Markle di Museum Madam Tussauds di London, Inggris. Meghan Markle menyanggah dirinya berkolaborasi dalam penyusunan buku Finding Freedom.

Patung lilin Pangeran Harry dan Meghan Markle di Museum Madam Tussauds di London, Inggris. Meghan Markle menyanggah dirinya berkolaborasi dalam penyusunan buku Finding Freedom.

Foto: AP
Buku Finding Freedom turut memuat kehidupan pribadi Meghan Markle.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara Meghan Markle, istri Pangeran Harry, mengatakan bahwa klaim dari tabloid yang dia gugat bahwa pasangan kerajaan Inggris itu terlibat dalam penulisan buku yang baru diterbitkan adalah "jelas salah". Duchess of Sussex menggugat penerbit Associated Newspaper atas artikel di Mail on Sunday tahun lalu yang menyertakan secuplik surat yang ia kirim kepada ayahnya, Thomas Markle, pada Agustus 2018.

Dalam sidang di Pengadilan Tinggi London, Senin (21/9) waktu setempat, pengacara untuk Mail mengatakan, buku biografi Finding Freedom yang terbit bulan lalu ditulis dengan melibatkan kerja sama dari Meghan. Mereka berargumen kerja sama antara Meghan dan penulis buku menunjukkan dia memang ingin memperlihatkan kehidupan pribadinya kepada publik, termasuk isi suratnya.

Anthony White, pengacara dari tabloid itu, mengatakan di pengadilan bahwa sebagian informasi pribadi hanya bisa didapat dari pasangan itu langsung atau sahabat yang diizinkan membeberkannya. Buku Finding Freedom memberi kesan ditulis atas kolaborasi dengan Meghan, menurut pengacara.

Sementara itu, pengacara Meghan, Justin Rushbrooke, mengatakan, tidak ada bukti atas argumen yang didasarkan pada pernyataan yang "jelas salah". Salah satu penulis buku, Omid Scobie, juga memberikan pernyataan yang mendukung Meghan. Dia menyebut buku tersebut merupakan proyek independen.

"Anggapan bahwa Duke dan Duchess terlibat dalam buku ini tidak benar," kata Scobie. "Mereka tidak pernah memberi izin resmi buku ini, juga tidak pernah memberikan wawancara untuk isi buku ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA