Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Pertamina Kebut Alih Kelola Blok Rokan

Selasa 22 Sep 2020 21:49 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Pertamina Berencana Bor 44 Sumur Baru Blok Rokan di 2021.

Pertamina Berencana Bor 44 Sumur Baru Blok Rokan di 2021.

Foto: Pertamina
Perusahaan sedang melakukan beberapa persiapan jelang alih kelola

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) berupaya untuk mengebut proses alih kelola Blok Rokan. Untuk bisa mempercepat proses tersebut Pertamina Hulu Rokan sedang menyiapkan beberapa langkah strategis.

Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan, Yudantoro, menjelaskan perusahaan sedang melakukan beberapa persiapan jelang alih kelola salah satunya adalah mempercepat transfer data eksplorasi dan eksploitasi lapangan utama agar bisa segera menyiapkan kegiatan pengeboran 44 sumur di Blok Rokan. Dengan langkah ini, ketika alih kelola terjadi di Agustus tahun depan maka Pertamina sudah bisa melakukan pengeboran.

"PHR akan memastikan persiapan pemboran pada Agustus sampai Desember 2021 dapat berjalan lancar. Karenanya terus dilakukan komunikasi intensif dengan Chevron agar proses transfer data, informasi prosedur (SOP) maupun penyiapan lahan dapat berjalan cepat, tanpa kendala yang berarti," kata Yudantoro, Selasa (22/9).

Bentuk transisi lainnya yang sedang dilakukan saat ini adalah proses konstruksi penggantian pipa “trunk line” sepanjang kurang lebih 364 km yang membawa minyak mentah dari lapangan Rokan ke tangki penampungan di Dumai, yang selanjutnya dapat menjadi supplai untuk proses pengolahan produk di Kilang Pertamina Dumai.

Yudantoro menambahkan, PHR juga tengah mempersiapkan transisi pekerja Chevron yang nantinya akan diberdayakan di PHR maupun di Pertamina sesuai ketentuan yang berlaku, seperti pekerja di blok alih kelola lainnya yang sudah pernah ditangani Pertamina sebelumnya.

“Dengan dukungan seluruh stakeholder, kita semua berharap transisi di Blok Rokan bisa berjalan dengan baik sehingga bisa menjaga produksi migas untuk mendorong ketahanan dan kemandirian energi nasional,” kata Yudantoro.

Chevron seharusnya melakukan kegiatan pengeboran pada November 2020. Saat ini ada satu hal yang harus disepakati terlebih dulu yakni besaran biaya pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) dan Abondanment Site Restoration (ASR).

Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan pemerintah menargetkan kegiatan nyata di Rokan dalam bentuk pengeboran sudah bisa dilakukan pada November 2020. “Semua yang dibor November 2020, sebelum 2021. November sudah mulai kegiatan,” kata Arifin.

Sebelumnya angka atau besaran nilai TTM dan ASR telah ada, namun ada permintaan untuk dilakukan audit lebih lanjut sebelum Chevron membayarkan kewajibannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA