Selasa 22 Sep 2020 20:26 WIB

21 Stasiun KA Kini Layani Rapid Test

PT KAI menambah jumlah stasiun yang menyediakan layanan rapid test.

PT KAI menambah jumlah stasiun yang menyediakan layanan rapid test (Foto: Stasiun Gambir, Jakarta)
Foto: Prayogi/Republika
PT KAI menambah jumlah stasiun yang menyediakan layanan rapid test (Foto: Stasiun Gambir, Jakarta)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah daftar stasiun yang menyediakan layanan tes cepat (rapid test) Covid-19. Hingga kini, total stasiun yang menyediakan rapid test sebanyak 21 stasiun.

"Penambahan stasiun yang melayani rapid test ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan yang kami berikan bagi pelanggan dalam rangka menerapkan protokol kesehatan pada perjalanan kereta api," ujar Vice President Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/9).

Baca Juga

Layanan tes cepat di stasiun pertama kali diluncurkan di Stasiun Pasar Senen pada 29 Juli 2020, di mana pada tahap awal baru tersedia di 12 Stasiun. Joni menambahkan, penyediaan layanan tes cepat di stasiun bertujuan untuk memudahkan pelanggan, sehingga tidak perlu mencari tempat rapid test di luar.

Sebelumnya layanan tes cepat ini hanya tersedia di 12 stasiun yaitu Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang. Adapun penambahannya adalah Stasiun Jember, Ketapang, Tegal, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Sidoarjo, Kroya, Blitar, dan Jombang.

"Jumlah stasiun yang melayani akan terus kami tambah untuk melayani lebih banyak pelanggan," ujar Joni.

Pelanggan yang berhak melakukan tes cepat di stasiun ini diharuskan memiliki kode pemesanan dan disarankan selambatnya satu hari sebelum tanggal keberangkatan. Jumlah pengguna yang telah menggunakan layanan tes cepat, yakni mencapai 126.000 orang atau rata-rata 2.200 orang per hari. Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun yang paling banyak melayani tes cepat, sebanyak 30.000 pengguna.

Jumlah tersebut sesuai dengan peningkatan jumlah pelanggan kereta api di mana sampai minggu ketiga September, KAI rata-rata melayani 60.000 pelanggan per hari, naik tujuh persen dibanding bulan Agustus yaitu rata-rata 56 ribu pelanggan per hari.

"Dengan penambahan layanan tes cepat di sejumlah stasiun ini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat semakin meningkat, dengan tetap menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan," kata Joni.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement