Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Indonesia Peringkat Ketiga Fashion Muslim Terbaik Dunia

Rabu 23 Sep 2020 00:34 WIB

Rep: iit septyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang pedagang menata jilbab di kiosnya Pasar Pagi, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2020). Menurut pedagang di Pasar Pagi, penjualan jilbab dan busana muslim saat ini menurun dari 50 hingga 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari biasanya penjualan mencapai 30 potong menjadi 10 potong per hari akibat pandemi COVID-19 dan penerapan PSBB di Kota Tegal

Seorang pedagang menata jilbab di kiosnya Pasar Pagi, Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2020). Menurut pedagang di Pasar Pagi, penjualan jilbab dan busana muslim saat ini menurun dari 50 hingga 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari biasanya penjualan mencapai 30 potong menjadi 10 potong per hari akibat pandemi COVID-19 dan penerapan PSBB di Kota Tegal

Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah
Posisi Indonesia ada di bawah Uni Emirat Arab dan Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan fashion Muslim di Indonesia mempunyai prestasi di kancah internasional. Hal ini merujuk laporan The State of Global Islamic Economy Report 2019/2020, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fashion Muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki.

Direktur Jenderal Industri Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan Indonesia berpeluang untuk dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fashion muslim dunia. Menurut dia, industri fashion Muslim merupakan bagian dari industri pakaian jadi yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan catatan Kemenperin, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang 2019 mencapai 8,3 miliar dolar AS. Sedangkan pada periode Januari hingga Juli 2020, nilai ekspor dari industri pakaian jadi telah mencapai 4,07 miliar dolar AS.  Industri pakaian jadi juga memiliki peran besar pada kontribusinya terhadap PDB nasional pada 2019, yaitu sebesar 5,4 persen.

“Melihat segala potensi dan keunggulan sektor industri fashion Muslim di Indonesia, maka kami mengajak para desainer, pemerintah, pelaku industri, market place, akademisi, serta seluruh stakeholder terkait lainnya agar dapat bersama-sama memaksimalkan potensi. Sekaligus terus mempromosikan dan memperkenalkan industri fashion muslim Indonesia,” ucap dia.  

Gati juga mengajak seluruh masyarakat mendukung keberlangsungan Industri Kecil Menengah (IKM) dengan membeli produk mereka. Selain akan berdampak langsung kepada IKM, upaya tersebut juga akan memberikan dampak yang besar kepada sektor pendukungnya seperti penjahit, penyedia bahan baku, logistik dan sektor terkait lainnya.

Baca Juga

"Pada akhirnya akan menjaga perekonomian Indonesia untuk tetap bertahan meskipun sedang menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19,” ujar dia.

Untuk mendukung fashion muslim, Kemenperin menggelar kompetisi Modest Fashion Project (MOFP). Warna Wastra menjadi tema pergelaran acara MOFP 2020, yang melambangkan keanekaragaman budaya Nusantara warna-warni keindahan Indonesia, adat, suku bangsanya yang tertuang dalam sebuah kain yang beragam dari Sabang sampai Merauke dengan keindahannya.

“Wastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti selembar kain (sandangan). Saat ini penggunaan istilah Wastra mulai diperkenalkan kembali kepada masyarakat Indonesia dan dunia untuk mewakili nama kain tradisional Indonesia,” ujar Gati.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA