Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Musim Pancaroba, BMKG Ingatkan Bencana Angin Kencang

Selasa 22 Sep 2020 20:12 WIB

Rep: Eko Widiyatno / Red: Agus Yulianto

 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem, hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem, hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang.

Foto: Antara/Rahmad
Bencana angin kencang terjadi di Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Menjelang akhir Bulan September 2020, wilayah Jateng selatan sudah memasuki musim pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan. Termasuk juga wilayah Jateng Selatan bagian barat.

Dalam kondisi ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi cilacap, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrologi dan angin kencang. "Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir, berpotensi terjadi pada musim pancaroba seperti saat ini," ujar prakirawan cuaca BMKG Cilacap, Rendi Krisnawan, Selasa (22/9).

Wilayah Jateng selatan yang sudah memasuki pancaroba, antara lain meliputi wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen dan Purbalingga. "Pada masa peralihan musim seperti sekarang, pagi hari langit cerah, namun siang dan sore hari diwarani mendung tebal," ujarya.

Selain itu, tingkat kelembaban udara juga meningkat sehingga sering menimbulkan rasa gerah. Terkait kondisi ini, dia meminta, warga di wilayah Jateng selatan lebih waspada. 

Terutama bila langit terlihat gelap, karena biasanya akan disertai dengan angin kencang. Sedangkan untuk curah hujan, meski berlangsung singkat, biasanya curah hujan akan cukup lebar.

"Bagaimana pun warga harus waspada. Terutama di daerah pegunungan, karena curah hujan yang tinggi bisa menimbulkan banjir bandang dan longsor," katanya.  

Terkait perubahan cuaca ini, pada Senin (21/9), bencana angin kencang sempat terjadi di Desa Sudagaran Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap. Akibat bencana itu, satu rumah warga rusak berat.

Selain itu, pada hari sama bencana longsor juga terjadi di Desa Samudra Kulon Kecamatan Gumelar mengalami kerusakan. Akibat bencana tersebut, satu rumah warga yang ditinggali keluarga Kasroji mengalami kerusakan. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA