Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

BRI Dukung Bank Kecil Bertransformasi Digital

Selasa 22 Sep 2020 19:10 WIB

Rep: retno wulandari/ Red: Hiru Muhammad

BRI menerapkan digitalisasi kredit mikro dengan melakukan migrasi proses kredit mikro dari proses input manual menjadi full digital melalui BRISPOT.

BRI menerapkan digitalisasi kredit mikro dengan melakukan migrasi proses kredit mikro dari proses input manual menjadi full digital melalui BRISPOT.

Foto: BRI
Masyarakat lebih nyaman menggunakan layanan mobile banking untuk transaksi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung bank-bank kecil untuk melakukan transformasi digital. Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo, menilai transformasi digital merupakan sebuah keniscayaan bagi industri perbankan untuk dapat bertahan di tengah situasi pandemi saat ini. 

Menurut Indra, BRI saat ini sudah memiliki sejumlah platform digital yang juga bisa digunakan oleh bank lainnya yang ingin masuk ke ekosistem digital. "Kami sudah menyediakan platform (digital) sehingga bank-bank kecil bisa ikut bertransformasi digital dengan cepat tanpa harus investasi teknologi dari awal," kata Indra, Selasa (22/9).

Indra melihat, keharusan bank untuk bertransformasi digital sejalan dengan perubahan perilaku masyarakat. Di era pandemi ini, kata Indra, tren dalam penggunaan layanan keuangan sudah mengalami pergeseran. 

Masyarakat lebih nyaman menggunakan layanan online banking atau mobile banking untuk bertransaksi. Hal ini tercermin dari penurunan penggunaan mesin ATM. Selain itu, jumlah nasabah yang berkunjung ke kantor-kantor pelayanan juga semakin berkurang. 

Indra mengakui, bertransformasi digital tidak mudah dan membutuhkan investasi yang cukup besar. Dari aspek culture, transformasi digital memerlukan  budaya kerja yang agile atau tangkas. Di sisi lain, diperlukan juga pembaruan infrastruktur serta kompetensi para SDM. 

"Di era digital ini diperlukan talent yang mempunyai pengetahuan mengenai data analythic, cloud, hingga cyber security," terang Indra. 

Indra mengungkapkan, kebutuhan BRI untuk melakukan transformasi digital didorong oleh identitas BRI sebagai bank mikro yang fokus ke segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebagai bank mikro, BRI dituntut untuk bisa melayani nasabah yang banyak tersebar di berbagai pelosok daerah. 

Dengan bertransformasi digital, Indra mengatakan, BRI bisa menurunkan biaya serta risiko operasional. Salah satu digital platform yang telah dijalankan saat ini dan menjangkau masyarakat di daerah yaitu BRILink. Pertumbuhan transaksi melalui platform ini diklaim mencapai sekitar Rp 700 triliun pada tahun lalu.  "Selain itu, kami juga mendukung para merchant di e-commerce dengan memberikan pinjaman melalui platform KUR Digital BRI," tutur Indra. 

Di sisi lain, Indra mengatakan, terdapat risiko baru di era digitalisasi ini terutama terkait keamanan. Hal ini juga menuntut perubahan terhadap manajemen risiko. Menurut Indra, risiko di era digital ini sangat masif dan bisa terjadi dalam waktu pendek, sehingga perlu diantisipasi oleh industri perbankan. 

Untuk meminimalisir risiko di era digital ini, Indra menjelaskan, BRI telah menyiapkan sejumlah manajemen risiko mulai dari credit score yang memberikan score untuk kelayakan memperoleh pinjaman, customer profilling score yang memberikan rekomendasi produk untuk nasabah, merchant score yang memberikan score transaksi nasabah di merchant serta fraud score yang memberikan score kemungkina nasabah terkena fraud.

Sementara itu, Presiden Direktur Telkomsigma melihat, Sihmirmo Adi, melihat kedepannya tren digital banking akan fokus ke empat hal yaitu mobile and  digital payment, cryptocurrencies, real-time payments (RTP) dan open banking. "Sekarang industri keuangan Indonesia sedang siap-siap untuk masuk ke empat aspek tersebut," kata Sihmirmo. 

Sihmirmo menilai industri perbankan Indonesia sendiri sudah sedikit terlambat untuk beradaptasi ke sistem digital. Khusus RTP misalnya, Myanmar bahkan telah lebih dulu mulai mengembangkannya pada tahun lalu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA