Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Wolves Mencari Striker Baru Sebelum Jendela Transfer Tutup

Selasa 22 Sep 2020 19:06 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Pemain tengah Manchester City Kevin De Bruyne, mengambil bola dari Willy Boly Wolverhampton Wanderers, kanan, saat pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Manchester City di Stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris, Senin, 21 September 2020.

Pemain tengah Manchester City Kevin De Bruyne, mengambil bola dari Willy Boly Wolverhampton Wanderers, kanan, saat pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Manchester City di Stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris, Senin, 21 September 2020.

Foto: AP/Marc Atkins/Pool Getty
Lini depan jadi fokus utama Wolves.

REPUBLIKA.CO.ID, WOLVERHAMPTON -- Manajer Wolverhampton Wanderers Nuno Espirito Santo menyatakan, klub harus mendatangkan lebih banyak pemain menyerang sebelum jendela transfer ditutup menyusul kepergian pemain depan Portugal Diogo Jota ke Liverpool.

Sementara pemain sayap Daniel Podence tampil mengesankan dalam peran yang lebih maju dalam kekalahan 1-3 dari Manchester City, pada Selasa (22/9) dini hari WIB, Nuno mengatakan dia masih ingin memperkuat lini depan.

"Ini tentang memiliki pasukan yang bisa memberikan solusi," kata Nuno dikutip dari Standard, Selasa (22/9).

"Kami merasa bahwa para pemain yang tampil di posisi itu di lapangan memberi kami banyak kualitas tetapi pada saat yang sama kami perlu meningkatkannya sehingga kami bisa lebih klinis di saat-saat terakhir," jelasnya menambahkan.

Dia menargetkan sudah harus mendatangkan striker baru sebelum jendela transfer musim panas ditutup pada 5 Oktober. "Kami harus meningkatkan skuat kami, kami harus menyeimbangkannya dengan lebih baik, kami sedang mengusahakannya," kata pelatih asal Portugal ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA